Afwannst’s Weblog

Harta Karun Hutan Batang Toru

29 Juni 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Hutan Batang Toru, Harta Karun Tapanuli

* Simpan 900 Ekor Orang Utan, dan Ribuan Jenis Anggrek

TAPTENG-METRO

Kawasan Hutan Batang Toru, yang terdiri dari blok Barat dan blok Timur (Sarulla), yang saat ini diperkirakan tinggal tersisa 136.284 hektare, disebut-sebut sebagai harta karun  Tapanuli. Pasalnya, Hutan Batang Toru ternyata memiliki keanekaragaman hayati yang sangat tinggi dan cukup luar biasa.

“Hutan Batang Toru adalah habitat terakhir untuk populasi orangutan (mawas, jut botar), yang jauh terpisah dari orangutan lain di Sumatera Utara dan Aceh,” kata David Ilham, staf SOCY (Sumatera Orangutan Conservation Program), didampingi Emma Wells, Durell Wildlife Conservation, menjawab wartawan di Tukka Tapteng, Sabtu (28/6). 

Populasi orangutan saat ini, kata David Ilham, diperkirakan mencapai 600 ekor di blok Batang Toru Barat, dan sekitar 300-400 ekor di blok Batang Toru Timur. “Itu berarti, sekitar 10-15 persen dari seluruh populasi orangutan Sumatera yang saat ini diperkirakan hanya 6.600 ekor (yang tersisa di dunia ini),” jelasnya.

Selain orangutan, di kawasan Hutan Batang Toru masih bisa dijumpai satwa langka lainnya seperti tapir (sipan), harimau Sumatera, dan beragam jenis burung khas Sumatera.

“Dari segi flora, Hutan Batang Toru juga sangat kaya dan punya beragam jenis yang khas dan unik di Pulau Sumatera. Seperti bunga Rafflesia dan bermacam anggrek yang luar biasa. Semuanya ini merupakan harta karun dan aset luar biasa bagi Indonesia, Sumatera Utara, dan Tapanuli khususnya,” kata dia.

Ilham melanjutkan, kawasan Hutan Batang Toru yang secara administratif terletak di tiga kabupaten, yakni Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Selatan, saat ini secara umum mengalami perusakan yang signifikan, khususnya di daerah Tapteng. Akibatnya, kelestarian orangutan terancam. Untuk itu, ia mengharapkan peran serta masyarakat dan Pemkab masing-masing daerah, untuk bersama-sama menjaga ekosistem di kawasan hutan lindung tersebut.

 

Haluang dan Kampret Terancam

Emma Wells (34), staf Durrell Wildlife Conservation, menjawab wartawan lewat penerjemahnya David Ilham, mengatakan, tujuan dirinya datang ke kawasan Hutan Batang Toru adalah untuk mengobservasi orangutan di kawasan itu, serta flora dan fauna. “Tugas kami di Durrell adalah memelihara kelestarian alam dan orangutan yang ada di Pulau Sumatera umumnya dan daerah Tapteng, Taput dan Batangtoru khususnya,” katanya.

Dikatakannya, dalam memelihara kelestarian orangutan, mereka mempunyai klinik orangutan di Jambi, dan karantina orangutan di Sibolangit Sumatera Utara.

Ditanya apa hasil observasinya selama tiga hari di Hutan Batang Toru, Emma menjawab, ia menemukan bahwa warga setempat melakukan sejumlah kegiatan yang mengancam kelestarian ekosistem di kawasan itu.

Contohnya, ia menyaksikan warga menangkap haluang (kelelawar) dan kampret (kelelawar kecil), untuk dijual atau dikonsumsi sendiri. Padahal, kata dia, kegiatan seperti itu merusak ekosistem alam setempat. Bahkan, haluang termasuk binatang langka, yang selayaknya dilindungi.

Emma sendiri mengaku sangat peduli dengan kelestarian orangutan, karena dirinya pecinta binatang, dan bekerja di lembaga yang peduli dengan pelestarian binatang-binatang langka.

David Ilham menambahkan, pihaknya dari SOCY sangat peduli dengan kelestarian alam setempat, serta kelestarian hewan-hewan yang dilindungi. Belum lama ini, pihaknya telah mengembalikan seekor dari Dusun III, Desa Wijk III, Kecamatan Batangtoru, yang diperlihara warga setempat, ke habitatnya di Hutan Batang Toru, setelah sebelumnya dikarantina di Pusat Konservasi Orangutan Sumatera (PKOS) di Sibolangit.

David mengharapkan perhatian Pemkab di sekitar Hutan Batang Toru, untuk turut menjaga kelestarian keanekaragaman hayati di kawasan hutan itu. Apalagi saat ini, Kawasan Hutan Batang Toru termasuk daerah tangkapan air. Di Taput, air dari Hutan Batang Toru mengairi persawahan luas di lembah Sarulla. Hulu dari DAS Sipansipahoras dan Aek raisan berada di Taput. Di Tapteng, kawasan Hutan Batang Toru meruapakan daerah tangkapan air bagio PLTA Sipansipahoras. Kawasan Bukit Anugerah sedang dibangun di tepi hutan Batang Toru yang akan dijadikan kawasan ekowisata Tapteng. Di Tapsel, air dari sungai Batang Toru penting bagi perkebunan luas di daerah hilir. Selain itu, di Tapsel sedang dilakukan eksplorasi oleh tambang emas di Kecamatan Batang Toru. (mea/mag-02)

Kategori: Berita Tapteng

0 responses so far ↓

  • There are no comments yet...Kick things off by filling out the form below.

Tinggalkan sebuah Komentar