Afwannst’s Weblog

Listrik Belum Masuk Warga Sait Nihuta Andalkan Matahari dan Geset

29 Juni 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Listrik Belum Masuk

Warga S Kalangan II Andalkan Matahari & Genset                    

TUKKA-METRO

Sekitar 70 KK dari 198 KK warga Desa S Kalangan II Kecamatan Tukka Tapteng, sejak 2 tahun terakhir mengandalkan listrik dari tenaga surya (matahari) serta genset. Pasalnya, sampai saat ini, arus listrik belum masuk ke desa mereka. Sementara kabel listrik yang sempat dipasang, hilang diambil oknum-oknum berseragam petugas PLN.

Pantauan METRO, Sabtu (28/6), puluhan atap rumah penduduk di desa itu dipasangi sejenis alat penangkap tenaga surya (solar street light system-SSLS), yang terhubung dengan semacam alat penerima di dalam rumah. Alat penerima itu nantinya akan mengubah tenaga surya itu menjadi alat pembangkit listrik.  

“Pemprovsu melalui Dinas Pertambangan dan Energi Sumut, tahun 2006 lalu memberikan 70 unit pembangkit listrik tenaga surya ini ke desa kami. Harga PLTS, menurut keterangan petugas Distamben kepada warga, mencapai Rp6 juta per unit,” jelas Kepala Desa S Kalangan II Dorlas Simatupang (43), didampingi Kepling Kalangan II, Selamat Sitompul  (47), kepada METRO di desa mereka, kemarin.

PLTS itu bisa menghidupkan 3 lampu dengan total kapasitas 90 watt, untuk jangka waktu 4 jam. “Hanya saja, ketiga lampu itu tak bisa hidup sekaligus, dengan jangka waktu yang lama, dan hanya tahan satu lampu, itupun hanya selama 4 jam” jelasnya.

Untuk menghidupkan televisi, tenaga PLTS ini tidak mencukupi. Karena itu, warga terpaksa membeli genset untuk keperluan rumah. Untuk menghemat biaya, sejumlah warga urunan membeli genset, dan membagi daya listriknya sama rata ke setiap yang urunan. Biaya pembelian BBM juga dibagi rata.

“Yah, beginilah desa kami Dik. Meski kami sudah enam generasi di desa ini, soal listrik kami belum merdeka. Beberapa tahun lalu, pihak PLN sudah sempat akan memasang listrik sampai ke desa ini. Tiang-tiang sudah dipasang. Kabel dan trafo juga sudah dipasang. Namun belum lagi dialiri listrik, kabel dan trafo sudah hilang diambil oknum-oknum, yang kami lihat berseragam petugas PLN. Yang jelas, kami sangat berharap pihak PLN segera memasang listrik ke desa kami,” tambah tokoh masyarakat desa, Raja Johan Sitompul, kepada METRO.

Ironisnya, kata dia, Desa S Kalangan II Tapteng ini tahun lalu menjadi Juara III Desa Percontohan se-Sumut. Tetapi perhatian pihak Pemkab dan PLN ke desa mereka tidak memuaskan. (mag-02)

Kategori: Berita Tapteng

0 responses so far ↓

  • There are no comments yet...Kick things off by filling out the form below.

Tinggalkan sebuah Komentar