Afwannst’s Weblog

Peringatan Bulan Balita Diwarnai Pemberian Permainan Anak

14 Desember 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Walikota Sibolga Drs Sahat P Panggabean akrab dengan anak PAUD di lapangan Simare-mare

Walikota Sibolga Drs Sahat P Panggabean akrab dengan anak PAUD di lapangan Simare-mare

Peringatan Bulan Balita Diwarnai Pemberian Permainan Anak

AFWAN-SIBOLGA

    Pemerintah kota (Pemko) Sibolga laksanakan peringatan bulan balita XXVI dan bina generasi muda/remaja pada tahun 2008, di lapangan Simare-mare kota Sibolga Kamis (20/11). Pada peringatan tersebut, walikota Sibolga memberikan 17 Unit permainan anak-anak, sepedamotor kepada seluruh petugas lapangan KB se-kota Sibolga.

    Turut hadir pada acara peringatan bulan balita XXVI dan bina generasi muda/remaja kota Sibolga, ketua DPRD kota Sibolga, unsur muspida plus kota Sibolga beserta ibu, para pimpinan SKPD, camat dan lurah se-kota Sibolga, ketua Tim Penggerak PKK kota Sibolga, Dharma Wanita persatuan dan GOW, serta para tokoh agama, masyarakat dan Pemuda.

    Pada tahun 2025 jumlah penduduk Indonesia diprediksi akan menjadi sekitar 263 juta dan pada tahun 2050 diperkirakan akan meningkat menjadi 308 juta. Proyeksi tersebut, tidak akan banyak mengalami perubahan jika pengelolaan program keluarga berencana (KB) yang dilaksanakan masih bersifat stagnan atau berjalan ditempat.

    Demikian dikatakan Walikota Sibolga Drs Sahat P Panggabean dalam sambutanya pada acara peringatan bula balita XXVI dan bina generasi muda/remaja kota Sibolga di lapangan Simare-marea Sibolga dan menjelaskan akan pentingnya program KB yang dapat menurunkan jumlah pertambahan penduduk.

    “Dengan bertambahnya jumlah penduduk, sementara keberadaan lahan semakin terbatas akan berakibat munculnya pemukiman liar dengan kondisi lingkungan yang kumuh dan nilai kesehatan yang rendah. Dan kondisi ini sangat rentan terhadap penyakit menular dan gizi buruk. Untuk itu perlu kiranya kita giatkan kembali program KB,” katanya.

    Pada kesempatan itu, walikota Sibolga mengajak peran orang tua yang tidak terlepas dalam pembinaan, memelihara, mendidik serta memberikan kasih sayang yang tulus kepada balita dan generasi muda/remaja karena balita dan generasi muda/remaja merupakan asset bangsa dan sebagai cikal bakal generasi penerus bangsa.

    Ketua TP PKK kota Sibolga Ny Rumintang Uli Sahat P Panggabean dalam sambutannya mengatakan, tim penggerak PKK kota Sibolga selama ini telah berupaya secara maksimal, khususnya dalam pemberdayaan kesejahteraan keluarga melalui berbagai kegiatan yang bekerjasama dengan pihak atau mitra.

    “Adapun kegiatan yang telah kita laksanakan antara lain, penyuluhan dan pelayanan KB, pelayanan kesehatan, pelayanan Pap-Smear. Dan pada tahun 2008 ini akan dilaksanakan bedah rumah sejumlah 4 rumah masing-masing satu rumah di setiap kecamatan,” katanya.

    Harapannya kedepan, melalui berbagai kegiatan yang dilakukan pada setiap kesatuan gerak PKK-KB-Kesehatan aka dapat mewujudkan masyarakat kota Sibolga yang sadar akan kesehatan lingkungan dan dapat membangun keluarga yang terencana.

    “Balita dan remaja tidak lepas dari tanggung jawab kita bersama baik organisasi swasta maupun pemerintah. Kita tidak mengharapkan balita dan remaja kota Sibolga ini mengalami hal-hal yang tidak diharapkan seperti kurang gizi ataupun terjangkit penyakit menular akibat pergaulan bebas dan Narkoba,” ujarnya.

    Sebelumnya dalam laporan ketua panitia Drs Osman Maraden Batubara melaporkan, bahwa dalam peringatan bulan balita XXVI dan bina generasi muda/remaja kota Sibolga, kesatuan gerak PKK-KB-Kesehatan kota Sibolga melaksanakan berbagai kegiatan diantaranya, pengendalian keluarga berencana, pembinaan ketahanan keluarga, pembinaan institusi masyarakat, pembinaan bidang kesehatan, bedah rumah dan penilaian kelurahan terbaik.

    “Pada hari ini juga akan diserahkan alat permainan anak berupa ayunan ke semua BKB Kemas yang ada sebanyak 17 unit, juga diserahkan kenderaan roda dua ke seluruh petugas lapangan K se-kota Sibolga,” ujarnya.

Kategori: Berita Sibolga

Bosan Ditegur Istri Karena Sering Pulang Malam

14 Desember 2008 · & Komentar

Perempuan beranak tiga yang dibakar suaminya hingga gosong hanya karena di tegur sering pulang malam

Perempuan beranak tiga yang dibakar suaminya hingga gosong hanya karena di tegur sering pulang malam

 

// ada foto //

Bosan Ditegur Istri Karena Sering Pulang Malam

Istri Dibakar Hidup-hidup

AFWAN-TAPSEL

    Mariyanti (30) warga kelurahan Wek II kecamatan Batang Toru Kabupaten Tapanuli Selatan, diduga disiram minyak tanah dan dibakar hidup-hidup oleh suaminya sendiri bernama Hatta Harahap (33), Kamis (27/11) lalu pada dinihari sekira pukul 01.30WIB. Selain itu, suami korban yang diduga pelaku pembakaran masih berkeliaran dan masih diburon aparat kepolisian dari Polsek Batang Toru.

    Menurut informasi yang dihimpun METRO dari keluarga korban dan korban sendiri mengatakan, bahwa suaminya telah tega menyiram dan membakarnya hidup-hidup, hanya karena korban menegur suaminya yang sering pulang sampai larut malam.

    Mariyanti (30) selaku korban yang mengaku telah dibakar suami keduanya tersebut, hidup-hidup mengatakan, pada Kamis (27/11) lalu sekira pukul 01.30WIB dinihari, tiba-tiba terdengar suara suaminya dari luar ruamh sambil mengetok pintu.

    Setelah pintu di buka, langsung suaminya masuk ke dalam rumah mereka yang sangat, sederhana. Karena sudah bosan melihat tingkah suaminya yang sering pulang sampai larut malam, Mariyanti mencoba mengur dengan berkata “Mengapa lama-lama kali pulang, bapak Putri” dan disambut pelaku “Apa urusanmu samaku”, sehingga terjadi adu mulut antar suami istri tersebut.

    “Pada malam itu, saya sudah berupaya untuk menenangkan suami saya, dengan berkata sudahlah jangan bertengkar lagi kita, tidurlah. Namun dia (pelaku) tetap marah dan mengamuk, sambil mengambil jerigen yang berisikan minyak lampu yang berada di samping tempat tidur, dia (pelaku) mencoba menarik saya keluar rumah dan menyiramkan minyak tersebut, ke tubuh saya,” tutur Ibu beranak tiga yang sehari-harinya mencuci pakaian tetangga untuk menghidupi keluarga mereka.

    Pada saat ditarik ke luar rumah, korban sempat melawan, tetapi sampai di pintu rumah, pelaku langsung membakarnya hidup-hidup dengan menggunakan mancis miliknya. Kemudian korban berusaha berlari keluar rumah mereka untuk meminta pertolongan warga.

    “Setelah dia (pelaku) membakar saya, lalu dia minta berteriak minta tolong kepada warga, seolah-olah bukan dia pelakunya. Dan warga sekitar langsung datang dan berusaha memadamkan api yang menyala di sekujur tubuhku. Pada waktu itu, dia (pelaku) sempat berkata di depan warga yang menolong saya ‘bodoh kali kau Mariyanti membakar diri sendiri untuk bunuh diri,” ujar korban menirukan perkataan suaminya.

    Setelah api berhasil dipadamkan, korban mengaku tidak berdaya dan pingsan, sehingga tidak mengetahui pasti siapa yang menyelamatkannnya. Paginya korban terbangun dan sudah berada di kediaman mertuanya yang hanya berjarak 20 meter dari kediaman mereka.

    “Setahu saya, sewaktu berada di ruamh mertua, saya hanya di suntik dua kali oleh mantra yang di panggil mereka dan diberi obat satu kali. Namun, untuklah orang tua saya datang dan membawa saya berobat ke Rumah Sakit Umum (RSU) kota Padangsidempuan (Psp),” katanya.

    Pengakuan korban, juga dikuatkan anak sulung dari suami pertama Mariyanti (korban) bernama Andi Maisudi Nasution (13), yang mendengar dan melihat langsung ayah tirinya telah membakar ibu kandungnya.

    “Malam itu saya mendengar suara ketukan pintu, dan saya melihat ibu membuka pintu dan uda (panggilannya kepada ayah tirinya) langsung masuk ke dalam rumah. Selain itu, saya mendengar mereka bertengkar, namun saya tidak berani bangun dan hanya mendengarkan pertengkeran mereka,” katanya.

    Tidak berapa lama bertengkaran mulut diantara kedua orang tuanya terjadi, lalu dia melihat ibunya ditarik untuk keluar dari rumah dan juga melihat ayah tirinya tersebut, menyiramkan minyak lampu dan membakar korban dengan menggunakan mancis.

    “Melihat ibu dibakar Uda (pelaku), saya langsung bangun dari tidur dan melihat warga sudah berdatangan untuk menolong ibu, namun Uda (pelaku) bukannya menolong malah pergi sambil berkata ‘bodoh kali kau Mariyanti membakar diri sendiri untuk bunuh diri’, dan ibu langsung di bawa ke rumah nenek,” ujar sambil menyucurkan air mata.

    Dikatakannya, pada dinihari itu, korban sempat di bawa berobat tradisional oleh keluarga ayah tirinya tersebut, ke daerah bernama Padang lancet dan juga sempat berobat ke mantra yang ada di dekat rumah mereka, lalu setelah nenek dari ibunya datang, langsung korban di bawa ke RSU kota Padangsidempuan (Psp).

    Sementara itu, Erlina Hasibuan (52) ibu korban yang dijumpai METRO mengatakan, mengetahui kejadian naas yang menimpa putri keduanya tersebut, dari cucunya sendiri yang datang pada pagi harinya sekira pukul 06.00WIB.

    “Tanpa piker panjang kami langsung menuju ke diaman orang tua pelaku dan melihat kondisi anak saya. Setelah berunding dengan famili saya yang disekitar kejadian, lalu korban kami bawa ke RSU kota Padangsidempuan,” katanya.

    Setelah dirawat selama lima hari, akhirnya korban dibawa pulang oleh orang tuanya ke kediamnnya di Desa Bandar Hapenis lorong I Karang Moncol kecamatan Batang Toru kabupaten Tapsel.

    “Selama di rawat di RSU Padangsidempuan, memang uang kamar dan infusnya gratis, karena memiliki kartu Jamkesmas. Namun, karena uang kami terbatas dan mahalnya pembelian resep dari dokter untuk mengobati anak saya, akhirnya kami memutuskan untuk membawa pulang dan dirawat di rumah,” ujarnya.

    Kapolres Tapsel, AKBP Pranyoto SIK melalui Kapolsek Batang Toru, AKP JW Sijabat yang dikonfirmasi METRO membenarkan adanya kejadian pembekaran wanita yang dilakukan menyebutkan suaminya sendiri di kelurahan Wek II kecamatan Batang Toru kabupaten Tapsel.

    “Pelaku masih kita buron dan kita tetap akan berusaha untuk menangkap pelaku yang diduga telah tega membakar istrinya sendiri. Memang belum dapat dipastikan suaminya pelaku pembakaran tersebut, tetapi kalau memang dia tidak bersalah mengapa harus melarikan diri,” ujarnya.

 

Kategori: berita Nasional

Pengambilan Nomor Ujian CPNS di Pemko Sibolga

14 Desember 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Suasana pengambilan nomor ujian CPNS Pemko Sibolga di kantor BKD Sibolga

Suasana pengambilan nomor ujian CPNS Pemko Sibolga di kantor BKD Sibolga

Pengambilan Nomor Ujian CPNS di Pemko Sibolga

Hari Ini Pengambilan Nomor Ujian Tenaga Teknis

AFWAN-SIBOLGA

    Tidak seperti daerah lainnya, kota Sibolga mempunyai cara sendiri dalam pengambilan nomor ujian dalam perekrutan CPNS di Pemko Sibolga. Dimana, dari tiga hari yang diberikan waktu kepada 1.848 pelamar CPNS, dibagi menjadi tiga item yang di mulai pada Kamis (11/12) kemarin khusus untuk pengambilan nomor untuk pelamar tenaga Pendidikan, Jumat (12/12) khusus untuk pengambilan nomor ujian pelamar tenaga kesehatan dan Sabtu (12/12) hari ini pengambilan nomor pelamar tenaga Teknis.

    Pantauan METRO di kantor (BKD) kota Sibolga suasana pengambilan nomor ujian CPNS pemko Sibolga berjalan dengan lancar. Dan pada Jumat (12/12) khusus pengambilan nomor ujian bagi pelamar CPNS tenaga kesehatan yang berjumlah 641 pelamar, dimana sebelumnya pada Kamis (12/12), khusus pengambilan nomor ujian untuk pelamar CPNS tenaga Pendidikan atau tenaga Guru sebanyak 434 pelamar.

    Kabag Humas Pemko Sibolga DT Tamba yang dikonfirmasi METRO di ruang kerjanya, Jumat (12/12) mengatakan, bahwa pada Sabtu (13/12) hari ini merupakan hari ketiga dan pengambilan nomor ujian khusus bagi pelamar posisi tenaga Teknis yang berjumlah 773 pelamar.

    “Dari tiga hari yang telah kita sediakan untuk pengambilan nomor ujian, pada hari pertama yakni Kamis (11/12) kita buat khusus untuk pengambilan nomor pelamar tenaga Pendidikan atau guru dan hari ini Jumat (12/12) khusus untuk pelamar tenaga kesehatan dan besok Sabtu (13/12) khusus pengambilan nomor ujian pelamar tenaga Teknis,” katanya.

    Dikatakannya, hal tersebut, dilakukan agar pengambilan nomor ujian CPNS Pemko Sibolga dapat berjalan dengan lancar tanpa menimbulkan terjadinya aksi desak-desakan dari pelamar CPNS itu sendiri.

    “Untuk lokasi tempat ujian penerimaan CPNS Pemko Sibolga tahun ini, masih sama dengan tahun sebelumnya, dimana dalam melaksanakan seleksi kita menggunakan sejumlah sekolah yang ada di kota Sibolga dari mulai tingkat SD sampai SMA sederajat,” jelasnya.

    Pada kesempatan itu, Kabag Humas Pemko Sibolga DT Tamba juga mengingatkan bahwa hari ujian penyaringan CPNS semakin dekat dan akan dilaksanakan, Selasa 16 Desember 2008 mendatang, sesuai dengan lokasi tertera pada lembaran nomor ujian yanga diberikan.

    “Pada saat dilaksanakannya ujian penyaringan CPNS Pemko Sibolga yang dilaksanakan Selasa (16/12) mendatang, diharapkan kepada peserta untuk mengenakan pakaian rapi serta tidak mencolok dan menggunakan sepatu dan terakhir datang 30 menit sebelum ujian dimulai juga jangan lupa membawa alan tulus dan papan alas,” jelasnya.

    Ditambahkannya, untuk pengumuman bagi pelamar CPNS yang lulus seleksi dapat melihat langsung di papan pengumuman yang terdapat di depan kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) kota Sibolga dan papan pengumuman yang terdapat di depan kantor Walikota Sibolga.

Kategori: Berita Sibolga

Jelang Mudik Natal Dan Tahun Baru 2009 Jalan Diminta Perbaiki

14 Desember 2008 · 1 Komentar

13-12-08-foto-jalinsum-sibolga-padangsidempuan-yang-rusak-parah-afwan-file-info

Jelang Mudik Natal Dan Tahun Baru 2009

Warga Minta Jalinsum Sibolga-Padangsidempuan Yang Rusak Diperbaiki

TAPTENG-METRO

    Kerusakan Jalinsum Sibolga-Padangsidempuan yang semakin memprihatinkan dan meresahkan masyarakat Sibolga-Tapteng, dengan kondisinya badan jalan yang rusak parah. Menjelang mudik Natal dan tahun baru 2009, warga dan pengguna jalan berharap Jalinsum tersebut, diperbaiki oleh pihak yang berwenang dalam hal ini pihak PU Sumatera Utara (Sumut).

    Menurut pantauan METRO Sabtu (13/12) di Jalinsum Sibolga-Padangsidempuan yang rusak parah, selain badan Jalinsum yang cukup sempit, juga tampak hampir seluruh badan Jalinsum sudah mengalami rusak parah, dengan banyaknya lobang menganga di sejumlah titik badan jalan.

    Kondisi jalan yang terparah berada di Km 25 jalinsum Sibolga-Padangsidempuan Desa Prancis kecamatan Badiri kabupaten Tapteng yang juga sangat rawan terjadi kecelakaan dengan kondisi kerusakan yang berada di jalan tikungan. Selain itu, beberap titik badan jalan yang rusak juga rusak parah terdapat di persimpangan Desa Hutabalangan, Desa Aek Korsik, Desa Hajoran dan Km 13 Desa Kalangan kabupaten Tapteng.

    MS Simatupang, pengguna jalan yang dijumpai METRO mengaku resah saat melintas Jalinsum Sibolga-Padangsidempuan yang sudah rusak parang, diaman kerusakan badan jalan juga sudah berlangsung cukup lama. Dan berharap kerusakan badan Jalinsum tersebut, mendapatkan perhatian dari pihak yang berwenang yakni Dinas PU Provinsi Sumut agar perjalanan mudik natal dan Tahun baru 2009 berjalan dengan lancar.

    “Saat melintasi Jalinsum ini, saya sangat resah, karena kita harus ekstra hati-hati saat melintas untuk menghindari lobang yang menganga di badan jalan. Namun, saat mengelakan lobang di badan jalan, kita juga harus melihat kendaraan yang melintas dari arah berlawanan, karena dengan kondisi jalan yang cukup sempit, bisa-bisa kita kecelakaan saat mengelakan lobang,” katanya.

    Simatupang berharap pihak yang berwenang dalam hal ini Dinas PU Sumatera Utara dapat segera memperbaiki badan jalan yang sudah rusak parah, kerana sangat rawan terjadinya kecalakaan .

    “Menurut saya, sebaiknya pihak yang berwenang yakni Dinas PU Sumut, dapat segera melakukan perbaikan terhadap badan jalan yang rusak, sebelum menjelang ramainya arus lalulintas pada mudik natal dan tahun baru atau paling tidak melakukan penambalan lobang yang sangat berpotensi menyebabkan kecelakaan lalulintas,” harapnya.

    Hal senada juga dikatakan M Pasaribu seorang pengendara lainnya dan juga berharap pihak PU Sumut segera memperbaiki jalinsum yang bisa dikatakan salah satu jalan yang menghubungkan kota Sibolga dan Tapteng dengan kabupaten Tapsel, Padangsidempuan dan daerah lainnya sampai Sumatera Barat Padang.

    “Sangat disayangkan, Jalinsum ini sangat jarang mendapat perhatian dari Dinas PU Porvinsi Sumut, untuk melakukan perbaikan terhadap kerusakan badan jalan yang rusak. Parahnya, akibat kerusakan badan jalan yang cukup parah membuat jalinsum tersebut, sangat rawan kecelakaan, karena mobil angkutan yang melintas sering mengambil jalur kanan untuk mengelakan lubang yang terdapat di badan jalan, sementara pengendara sepedamotor sering terjebak di lobang, terutama pada saat musim penghujan,” jelasnya.

Kategori: berita Nasional

Salah Injak Gas, Daihatsu Feroza Masuk Rawa

14 Desember 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Mobil Daihatsu Feroza Yang Masuk Rawa Karena Tidak Terkendali

Mobil Daihatsu Feroza Yang Masuk Rawa Karena Tidak Terkendali

Salah Injak Gas, Daihatsu Feroza Masuk Rawa

AFWAN-TAPTENG

    Karena buru-buru menuju Desa Anggoli tempat kejadian tanggul Irigasi Aek Anggoli yang rubuh. Mobil Daihatsu Feroza BK 1811 DN yang dikemudikan seorang warga Pandan bermarga Sihite (35an) dan juga merupakan salah seorang operator alat berat yang hendak mengepakuasi warga yang menjadi korban himpitan reruntuhan tanggul, masuk rawa di pinggir Jalinsum Sibolga-Padangsidempuan Km 24 Desa Prancis kacamatan Badiri kabupaten Tapteng, Sabtu (13/12) sore sekira pukul 17.00WIB.

    Menurut informasi yang dihimpun METRO di tempat kejadian mengatakan, mobil yang dikemudikan Sihite tidak terkendali saat melintasi jalan tikungan, dan masuk rawa-rawa yang berada persis di pinggir Jalinsum Sibolga-Padangsidempuan. Namun, akibat kecelakaan tersebut, tidak ada korban jiwa dan tidak ada mengalami luka.

    Sihite selaku supir mobil naas tersebut, saat dijumpai METRO mengatakan, mengalami naas tersebut, akibat salah pijak rem yang akhirnya terpijak gas, sehingga mobil yang dikemudikannya masuk ke dalam rawa-rawa yang berada di pinggir Jalinsum Sibolga-Padangsidempuan.

    “Saat saya berada di rumah, tiba-tiba uda saya menelpon dan menyuruh saya untuk segera datang ke Desa Anggoli untuk mengemudikan alat berat untuk mengepakuasi warga yang tewas tertimpa tangguk yang jebol. Pada saat itu sempat saya berkata mau naik apa ke Desa tersebut, sementara mobil baru masuk bengkel,” tuturnya.

    Namun, uda Sihite tetap memaksa dan menyuruhnya untuk menggunakan mobil yang masuk bengkel tersebut, dan ia berangkat menuju Desa Anggoli kecamatan Sibabangun tempat kejadian.

    “Pada waktu di jalan tikungan di Km 24 Desa Prancis kecamatan Badiri kabupaten Tapteng, dari arah Sidempuan datang mobil pribadi. Saya sempat kepergok dan berusaha menghindar, begitu juga dengan mobil yang berlawanan arah. Saat saya hendak pijak rem, malah yang terpijak gas mobil, sehingga mobil tidak terkendali dan masuk rawa-rawa itu,” jelasnya.

    Setelah sadar, mobil yang dikemudikannya masuk ke dalam rawa-rawa, awalnya Sihite hendak menenangkan pikiran sejenak di dalam mobil. Namun, dilihatnya, lama kelamaan mobil naas tersebut, semakin masuk ke dalam rawa, sehingga ia berusaha keluar mobil.

    “Karena saya takut, mobil akan semakin dalam masuk ke dalam rawa dan nantinya pintu akan susah di buka, saya mencoba membuka pintu dan keluar dari dalam mobil serta menelpon pihak kepolisian,” katanya.

    “Padalah mobil ini baru saja di cat, tapi itulah naas bisa datang kapan saja. Tapi sebentar lagi kawan saya akan datang untuk menarik mobil ini dari dalam rawa, dan membawanya kembali ke bengkel,” ujarnya sambil tersenyum.

    Dengan adanya kajadian masuknya Mobil Daihatsu Feroza BK 1811 DN yang dikemudikan Sihite ke dalam rawa di pinggir jalan semat menjadi tontonan warga sekitar dan pengguna jalan yang melintas, dan sempat membuat arus lalulintas macet. Lantas Polsek Pinang sori yang berada di lokasi kejadian langsung mengatur arus lalulintas.

Kategori: Berita Tapteng

Tanggul Jebol di Desa Anggoli Seorang Warga Tewas Tertimpa

14 Desember 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Masyarakat, tim gabungan evakuasi yang terdiri dari TNI Polri dan Pemkab Tapteng berusaha mengeluarkan korban dari reruntuhan tanggul yang jebol

Masyarakat, tim gabungan evakuasi yang terdiri dari TNI Polri dan Pemkab Tapteng berusaha mengeluarkan korban dari reruntuhan tanggul yang jebol

Tanggul Jebol di Desa Anggoli Seorang Warga Tewas Tertimpa

AFWAN-TAPTENG

    Tanggul irigasi Aek Anggoli yang berada di lorong I Desa Anggoli Kecamatan Sibabangun kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) roboh, Jumat (12/12) kemarin pagi sekira pukul 10.30 WIB. Pada peristiwa itu, seorang warga yang sedang menjala ikan  Kirman Nasution (52) tewas di timpa reruntuhan tembok tanggul tersebut.

    Setelah diketahui warga bahwa korban tertimpa reruntuhan tanggul, dilakukan pencarian. Namun, hingga Sabtu (13/12) sore sekira pukul 18.00 WIB, tubuh warga Desa Anggoli tersebut, belum berhasil dievakuasi dari bawah reruntuhan, meskipun letaknya sudah diketahui. Tim gabungan dari Polsek Sibabangun, TNI Pinangsori, Pemkab Tapteng dan masyarakat terus berupaya mengeluarkan tubuh korban dari reruntuhan dengan mengunakan dua unit alat berat.

    Beberapa upaya dan langkah telah dilakukan tim gabungan yang dibantu masyarakat, melempar batu ke dalam air agar kering dan menyedot air mengunakan Alcon (mesin pengisap), namun proses evakuasi korban tak kunjung dapat dilakukan. Sehingga, tubuh korban masih tetap berada dibawah himpitan reruntuhan tembok tanggul yang besar dan berat.

    Informasi yang dihimpun METRO di lokasi kejadian Sabtu (13/12), mengatakan, saat itu korban bersama dua rekannya berada di lokasi tanggul mencari ikan. Korban yang berada dibawah tembok tanggul tidak menyadari, kalau tanggul yang dibangun tahun 2002 oleh Satuan Kerja Pengairan dan Irigasi Sumatera Utara (Satker PISU) Dinas Pengairan dan Irigasi Sumut itu, sudah tidak kokoh. Tembok bangunan sepertinya, tidak menyatu dengan bangunan utama tanggul (pintu irigasi), demikian dengan lantai dasar bangunan.

    Teman korban bermarga Zendrato yang berhasil dikonfirmasi mengatakan, ketika peristiwa naas itu terjadi, dirinya dan seorang teman korban lainnya Koak Situmeang, berpisah dengan korban guna mencari jala yang hilang. Berselang beberapa saat, tanggul irigasi  dekat mereka menjala ikan tiba-tiba runtuh.

    “Saat itu, kami tidak yakin korban tertimpa reruntuhan bangunan irigasi itu. Makanya, kami pun masih berusaha mencari Kirman Nasution,” katanya.

    Setelah korban tak kunjung ditemukan, keduanya pun berkenyakinan bahwa korban telah tertimpa reruntuhan bangunan irigasi, lalu mereka berdua memberitahukan kejadian tersebut, kepada warga sekitar.  

    Kapolres Tapteng Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Reynhard SP Silitonga yang dikonfirmasi METRO melalui Kapolsek Sibabangun AKP Syaiful mengaku, setelah mendapat informasi tentang musibah itu, dia bersama personilnya, langsung terjun kelapangan dan berkoordinasi dengan Pemkab Tapteng serta personil TNI AD dibantu masyarakat untuk melakukan upaya pencarian. Namun, medan yang sulit, sehingga membuat proses evakuasi terpaksa menunggu bantuan alat berat dari Pemkab Tapteng.

Bupati Berikan Semangat Kepada Keluarga Korban

    Sementara itu, Bupati Tapteng Tuani Lumbantobing didampingi Ketua DPD Partai Demokrat (PD) Sumut Palar Nainggolan dan Jonny Buyung Saragi di lokasi TKP mengaku, prihatin dengan kejadian tersebut apalagi sampai menelan korban jiwa.

    Menurut Tuani, kejadian itu merupakan musibah yang tidak terduga-duga, tragis namun tidak ada yang menginginkannya. Bupati berharap, segala bangunan yang rusak akan segera diajukan perbaikannya ke pusat maupun ke tingkat I (satu), secara bertahap, sehingga dapat kembali dimanfaatkan masyarakat khususnya Tapanuli Tengah (Tapteng).

    Masih di lokasi kejadian, Camat Sibabangun SP Sigalingging menegaskan, akibat runtuhnya irigasi Anggoli dapat dipastikan sekitar 800 an hektar lahan persawahan khususnya di Mombang Boru menjadi sawah tadah hujan.

    “Terlebih padi yang baru saja memasuki musim tanam, kemungkinan panen musim ini tidak mendapatkan hasil yang baik karena kekurangan air,” katanya.

    Untuk menanggulangi hal ini, pihak Kecamatan akan segera mengusulkan proses perbaikannya ketingkat atasan, sebab pembangunan irigasi ini yang dibangun pada tahun 2002 lalu, sepengetahuannya belum pernah mendapat perlakuan pemeliharaan dari intansi terkait. Terlebih, belakangan ini warga kerap mengeluh karena kontruksi irigasi mengalami keretakan di tiap sisi bangunan, sehingga debit air menurun dalam mengairi persawahan.

    Diharapkannnya, agar pengerjaan proyek kedepannya, baik itu dari APBN maupun APBD Tk I Sumut, agar berkoordinasi dengan aparat Kecamatan setempat sehingga langkah–langkah preventif (pencegahan) dalam  pemanfaatan pembangunan ke depan dapat berjalan dengan baik.

    Terkait peristiwa ini, istri korban Mannain br Sianipar (44) yang berada di lokasi kejadian tak kuasa menerima kejadian naas tersebut, hingga hilangnya nyawa suaminya. Harapannya, proses evakuasi jenazah suaminya cepat berhasil, agar jenazah korban segera disemanyamkan.

Kategori: berita Nasional