
Jenazah ibu rumah tangga yang gantung diri saat disemayamkan di rumahnya
Ibu Rumah Tangga Tewas Gantung Diri di Desa Maninggir
AFWAN-TAPTENG
Seorang ibu rumah tangga bernama Ramintauli br Hutagalung (68) warga Desa Simaninggir kecamatan Sitahuis kabupaten Tapteng, ditemukan anaknya dan warga tewas gantung diri di sebuah pohon ketapang di kebun milik mereka di kecamatan Sitahuis kabupaten Tapteng, Selasa (16/12) pagi kemarin, sekira pukul 07.00WIB.
Ditempat ditemukannya korban gantung diri dan tubuh korban tidak ada ditemukan adanya bekas kekerasan. Selain itu, pihak keluarga tidak mengetahui penyebab yang membuat korban tega menghabisi nyawanya sendiri dengan cara gantung diri. Sementara itu, pihak kepolisian juga tidak mengetahuis persis penyebab korban gantung diri karena keluarga korban yang terlalu tertutup.
Menurut informasi yang dihimpun METRO mengatakan, sebelum korban ditemukan tewas gantung diri di sebuah pohon ketapang yang terdapat di lokasi kebun mereka. Tepatnya satu hari sebelum korban ditemukan tergantung di sebuha pohon ketapang, korban melarikan diri dari rumah dan keesokannya ditemukan anak korban dan warga sudah tewas dengan posisi tergantung di pohon ketapang.
Awalnya, Senin (15/12) kemarin, sekira pukul 14.00WIB, karena ada suatu permasalahan di keluarga korban, korban minggat dari rumah mereka. Sampai larut malam korban yang mempunyai anak delapan tidak kunjung pulang ke rumah. Akhirnya keluarga korban melakukan pencarian terhadap korba bersama warga di sekitar rumah korban.
Meskipun telah dilakukan pencarian korban sampai tiba waktu pagi, namun korban tidak kunjung ditemukan oleh pihak keluarga dan warga sekitar rumahnya yang melakukan pencarian. Tetapi di pagi Selasa (16/12), pihak keluarga yang melakukan pencarian terhadap korban akhirnya menemukan korban tewas tergantung di sebuah pohon dengan menggunakan kain panjang.
Selanjutnya, korban diturunkan dan dibawa ke kediaman keluarga korban, lalu pihak keluarga melaporkan kejadian tersebut, ke pihak aparat Desa dan selanjutnya aparat Desa melaporkan ke pihak kepolisian Polres Tapetng di Pos kecamatan Sitahuis dan akhirnya melaporkan kejadian tersebut, kepada Polsek Pandan.
Kapolres Tapteng AKBP Drs Reynhard SP Silitonga SH yang dikonfirmasi METRO melalui Kapolsek Pandan AKP Kamdani SAg di ruang kerjanya, Rabu (17/12), membenarkan adanya gantung diri yang terjadi di Desa Simaninggir yang dilakukan oleh seorang ibu rumah tangga yang memiliki delapan orang anak.
“Setelah mendapat laporan dari Pos Polisi di kecamatan Sitahuis, kita langsung turun ke lokasi kediaman korban dan selanjutnya dilakukan oleh TKP. Dari korban ditemukan sebuah kain panjang yang digunakan untuk menjerat lehernya sendiri yang digantungkan ke pohon ketapang dan sebilah parang,” katanya.
Dikatakannya, pada saat pihaknya meminta izin kepada keluarga korban untuk dapat dilakukan otopsi terhadap korban, keluarga korban sepakat tidak akan menuntut siapapun dalam peristiwa tersebut, asal orang tua mereka jang diotopsi. Dan pernyataan tidak setuju dilakukan otopsi terhadap jenazah korban, dibubuhkan dalam surat pernyataan yang ditulis bermaterai 6000.
“Karena tidak ada ditemukan tanda kekerasan ditempat korban ditemukan tewas tergantung dan ditubuh korban, maka hasil pemeriksaan sementara korban tewas murni karena bunuh diri dengan cara gantung diri di sebuah pohon ketapang,” jelasnya.
Sementara itu, keluarga korban yang coba dikonfirmasi sejumlah wartawan di kediaman mereka, tidak bersedia memberikan penyataan mereka mengenai penyebab si korban gantung diri. Sehingga sampai saat ini penyebab korban tega menghabisi nyawa sendiri dengan gantung tidak diketahui.
0 responses so far ↓
There are no comments yet...Kick things off by filling out the form below.