Arsip Bulanan: Agustus 2010

PLTU Labuhan Angin Terancam Padam

Kondisi Pelabuhan PLTU Labuhan Angin..

TAPTENG-PLTU Labuhan Angin terancam padam, karena jumlah batubara yang dibongkar sedikit sekali karena kerusakan alat pengangkut batubara (Stacker reclaimer). Kerusakan tersebut diperparah dengan tertahannya 3 alat berat serta bahan bakar minyak oleh masyarakat yang meminta ganti rugi tanah di jalan Poriaha menuju PLTU Labuhan Angin.

Demikian disampaikan Manager PLTU Labuhan Angin, Budi Mulyono saat dikonfirmasi METRO melalui selularya, Minggu (22/8), dan menjelaskan bahwa yang rusak adalah dua bearing yang ada pada alat pengakut batubara berupa Staker reclaimer yang berfungsi mengarahkan batubara dari ship unloader di kapal ke coal yard (Tembat penyimpanan batubara) dan mengambil batubara dari coal yard ke silo Boiler.

Dikatakan Budi Mulyono, bahwa sebagai upaya memasok bahan bakar Batubara ke Boiler agar menjaga PLTU tetap dapat menghasilkan daya sebesar 53 Megawatt dari Unit 1, sesuai permintaan system, pihaknya memiliki tiga cara, namun dua dari tiga cara tersebut sudah terkendala. Dimana unit 1 PLTU Labuhan Angin sudah mulai operasi sejak Minggu (8/8) lalu setelah menjalani perawatan selama 35 hari.

“Tiga cara memasukan batubara ke Boiler, pertama melalui conveyor dengan menggunakan Stacker reclaimer yang sekarang rusak akibat pecahnya rumah bearing, yang kedua kita mau menggunakan alat berat dengan mendatangkan alat berat dari Kota Medan, namun saat ini masih tertahan di jalan Poriaha menuju PLTU. Sehingga kita hanya memiliki satu cara lagi, yaitu memasukan batubara dari conveyor pendek dengan menggunakan truk, tapi sayang truknya cuma ada satu sehingga tidak begitu maksimal,” tuturnya.

Selain itu, lanjutnya, pihaknya juga berupaya mendatangkan komponen bearing yang mengalami kerusakana di Stacker reclaimer, karena ada dua bearing yang mengalami kerusakan.

“Satu bearing sudah ada dan pada saat bearing yang ada hendak dipasang, ternyata ada dua bearing yang rusak, sehingga kami memesan kembali ke Medan. Kalau tidak ada halangan, Senin (23/8) ini bearing yang dipesan sudah sampai dan mudah-mudahan dapat diperbaiki,” ujarnya seraya menyatakan kerusakan bearing di Stacker reclaimer sudah berlangsung hampir satu minggu.

Menurutnya, akibat kerusakan tersebut dan terkendelanya alat berat, pihaknya saat ini hanya mampu membongkar Batubara dengan truk seadanya, dimana biasanya sehari bisa membongkar 3.500 ton sekarang hanya 300 ton perhari.

“Kami dari PLTU sangat menyayangkan tindakan warga yang menahan tiga alat berat yang sengaja kita datangkan sebagai alternativ untuk membongkar batubara dan memasukan batubara ke Boiler. Namun, saat ini masih ada stok 50 ribu ton, tetapi dengan stok 50 ribu ton kalau dipakai terus, sementara penambahan batubara yang masuk tidak sebanding batubara maka PLTU akan terancam,” katanya.

Sebanyak 39.149 ton Batubara Terapung di Laut

Akibat kerusakan bearing di Stacker reclaimer yang dapat mengancam PLTU Labuhan Angin, juga membuat 39.149 ton bahan bakar Batubara yang baru dipasok terapung di laut akibat belum dapat dibongkar, karena kerusakan yang terjadi.

“Saat ini bahan bakar batubara yang terapung, karena belum dapat dibongkar, akibat kerusakan bearing di Stacker Reclaimer, sebanyak 39.149 ton yang terdiri dari tongkang yang berasal dari PT Kasih KLN 3002 sebanyak 4.000ton, PT Kasih KLN 3003 sebanyak 2.000 ton. Kemudin handymax atau kapal besar dari PT Kasih MV. First Kasih sebanyak 20.000 ton serta tongkang dari PT Titan Sentosa Jaya sebanyak 4.995 ton dan PT Titan Polaris sebanyak 8.154 ton,” ungkapnya.

Ketika, ditanya apakah sudah ada upaya untuk melakukan negosiasi dengan masyarakat yang menuntut ganti rugi tanah, agar truk pengangkut alat berat dan truk pengangkut bahan bakar minyak (BBM) untuk PLTU bisa berjalan lancar?.

Budi Mulyono menjawab bahwa saat ini Ia masih terpokus ke masalah teknik akibat rusaknya alat pengangkut batubara atau Stacker reclaimer, sehingga pembongkaran Batubara dari kapal dan tongkang pembawa Batubara dapat berjalan dengan baik.

“Saya masih konsen untuk masalah teknik ini, jadi saya memisahkan urusan yang eksternal dengan masalah tekni. Dan mungkin, Senin (23/8) ini, Asisten saya akan menjumpai Kapolres agar tertahannya truk-truk yang mengangkut keperluan PLTU Labuhan Angin dapat berjalan dengan baik, karena saya disini murni bidang teknik, makanya saya kerjakan teknik dulu,” akunya.

Ditanya mengenai persiapan menjelang Lebaran Idul Fitri 1431 Hijriyah, Manger PLTU Labuhan Angin ini menjawab, bahwa pada saat Lebaran biasanya perminataan daya akan menurun, seiring dengan banyaknya pabrik-pabrik dan kantor-kantor yang tutup.

“Biasa, pada Lebaran PLTU dan pembangkit-pembangkit hanya harus stand bay dan selalu siap dengan tidak boleh ada gangguan, tetapi perminataan akan daya dari sistem rendah, karena industri mati dan kantor-kantor tutup semua. Kadang kita harus menghasilkan daya rendah bisa 30 MW karena tidak ada yang menggunakan,” ucapnya.

Dan untuk unit 2 PLTU, sejak Senin (23/8) hari ini resmi dinyatakan perawatan, meskipun sebelumnya sudah padam Rabu (18/8) lalu, karena permintaan dari ahli dari Cina yang menyatakan sudah waktunya unit 2 dipelihara, karena pada dasarnya April sudah masuk scedule pemeliharaan ditambah mereka mau pulang.

“Sesuai scedule memang pemeliharaan unit 2 seharusnya dilaksanakan bulan April, namun karena permintaan, Senin (23/8) baru resmi masuk scedule pemeliharaan dan biasanya 60 hari, tetapi pelaksanaan bisa diatur agar dapat selesai lebih cepat,” tandasnya. (afn)

Paskibra Tapteng: Paling Menegangkan Saat Kibarkan Bendera

Paskibra Tapteng saat bertugas mengibarkan bendera merah putih.

TAPTENG-Hari H pelaksanaan pengibaran bendera merah putih pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Proklamasi kemerdekaan RI ke 65 pada 17 Agustus 2010 merupakan puncak ketegangan bagi para anggota Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Kabupaten Tapteng tahun 2010.

Demikian disampaikan lima orang pasukan inti dari 27 Paskibra Tapteng tahun 2010, yang terdiri dari tiga orang bertugas sebagai penggerak bendera  dan dua pembawa baki saat dijumpai METRO di Pondok Jeges usai melaksanakan tugas mengibarkan bendera merah putih pada upacara peringatan HUT RI ke 65 di lapangan GOR Pandan, Selasa (17/8).

Dimana kelima pasukan inti tersebut, diantaranya Boby Efraim Sihotang siswa SMA Negeri 1 Pinangsori berada di posisi tengah menaikan bendera dengan penggerek bendera sebelah kanan Fellix Adolf Hutasoit siswa kelas II SMA Matauli Pandan dan Benyamin Ginting siswa kelas III SMA Matauli Pandan disebelah kiri serta pembawa baki untuk penaikan bendera merah putih Yumna Huda siswi kelas II SMA Matauli Pandan dan pembawa baki penurunan bendera Yeshelia siswi kelas III SMA Swasra Fransisku.

“Jika dibandingkan saat kami dinyatakan lulus sebagai anggota Paskibra Tapteng tahun 2010 setelah mengikuti berbagai seleksi, jujur kami katakana, lebih deg-degan rasanya saat bertugas di hari H pelaksanaan pengibaran bendera merah putih dan bisa dibilang pada saat itulah puncak ketegangan saat menjadi anggota Paskibra,” kata mereka.

Kelima orang dari 27 Paskibra Tapteng ini, mengaku sangat bangga bisah terpilih sebagai pasukan yang mengibarkan bendera merah putih pada upacara HUT RI ke 65 di Kabupaten Tapteng yang dipusatkan di lapangan GOR Panda.

“Kami sangat bangga terpilih menjadi anggota Paskibra Tapteng tahun 2010 ini dari ratusan siswa-siswi di Tapteng yang mengikuti seleksi dan tentunya orang tua kami juga merasa bangga melihat kami bertugas mengibarkan bendera merah putih pada upacara HUT Proklamasi kemerdekaan RI ke 65 yang dipimpin langsung Bupati Tapteng,” ucap mereka.

Pada kesempatan itu, kelima siswa-siswi terbaik tersebut mengungkapkan kesan mereka selama mengikuti pelatihan secara intensive sebagai Paskibra Tapteng. Diantaranya, tentang pengalaman disiplin yang tinggi selama diinapkan di pondok Jeges selama mengikuti pelatihan dan penanaman sikap korsa yang kental.

“Selama diasramakan, sikap disiplin selalu ditanamkan kepada kami, yakni mulai pukul 04.55WIB pagi kami harus sudang bangun dan berbaris. Dan ini kami laksanakan selama 21 hari mengikuti pelatihan dan pastinya penanaman sikap Korsa yang kental juga kesan yang sangat membekas, karena dengan Korsa kesalahan satu orang menjadi kesalahan bersama, tetapi kebenaran satu orang belum tentu kebenaran bersama,” ujar Yumna Huda, Fellix dan Booby seraya menyatakan pelatih yang berasal dari Kodim 0211/TT dan Koramil Pandan cukup ramah namun tetap tegas.

Bagi Fellix Adolf Hutasoit sebagai petugas penggerek bendera sebelah kanan mengaku, bahwa kesan yang tidak bisa terlupakannya selain penerapan disiplin adalah hilangnya Pin bendera merah putih miliknya satu hari sebelum upacara HUT RI ke 65.

“Padahal untuk mendapatkan Pin tersebut kita harus bersusah payah, tetapi nasib, Pin tersebut hilang dan saya tidak tahu apakah saya akan mendapatkan hukuman dari pelatih nanti,” ungkapnya.

Benyamin Ginting yang bertugas sebagai penggerak bendera di sebelah kiri menyatakan, bahwa pada saat pembayatan juga merupakan pengalaman yang tidak terlupakan.

“Pada saat pembayatan, kami harus berjalan kaki dari GOR Pandan ke tempat penginapan tanpa alas kaki dan ini merupakan pelatihan untuk menanamkan jiwa partiotisme dalam diri kami sesuai apa yang disampaikan para pelatih,” katanya mengenang diaminkan keempat anggota inti lainnya.

Pada kesempatan itu, para pasukan inti Paskibra Tapteng tahun 2010 sempat menyatakan bahwa dengan kondisi lapangan GOR Pandan yang becek akibat diguyur hujan, sempat membuat mereka gugup, namun dengan berbekal latihan selama 21 tahun pengibaran bendera dapat dilaksanakan mereka dengan baik.

“Sempat sih kami gugup dengan kondisi lapangan yang becek dengan kondisi hujan rintik, tetapi dapat berjalan dengan baik dan kami sangat bangga dapat melaksanakan dengan baik disaksikan Bupati dengan undangan terhormat lainnya. Tetapi pastinya pelaksanaan pengibaran bendera tadi adalah puncak segala ketegangan,” pungkas mereka sambil tersenyum.

Sekedar diketahui, ke-27 anggota Paskibra Tapteng terdiri dari 6 orang SMA Negeri 1 Matauli Pandan, 5 orang SMA Negeri 1 Pinangsori, 3 orang SMK Sarudik, 2 orang SMA Maduma, 1 orang SMK Sibabangun, 1 orang SMA Andam Dewi, 2 orang SMK Badiri, 1 orang MAN Barus, 2 orang MAN Pandan, 3 orang SMA Sw Fransiskus dan 1 orang SMK Poriaha. (afn)

Pemkab Tapteng Bakal Terima 236 CPNS Tahun 2010 Ini

Kepala BKD Tapteng Drs Kapider Siringoringo.

Dari 3.588 formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (SCPN) tahun 2010 yang diusulkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapteng melalui BKD Tapteng kepada BKN dan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negera (Men-PAN) di Jakarta sebagai upaya Pemkab mengisi kebutuhan PNS di lingkungan Pemkab Tapteng, hanya 236 formasi CPNS saja yang disetujui untuk tahun 2010 ini.

Demikian dikatakan Kepala BKD Tapteng Drs Kapider Siringoringi kepada METRO di Pandan, Sabtu (21/8) kemarin, dan menyatakan bahwa dari 236 formasi tersebut tidak ada yang direkrut dari jenjang pendidikan SMA.

“Beberapa waktu lalu, kita sudah memperoleh hasil atau persetujuan formasi CPNS tahun 2010 ini di lingkungan Pemkab Tapteng, yakni dari 3.588 formasi yang diusulkan terdiri dari tenaga pendidikan 2.065 formasi, tenaga kesehatan 803 formasi dan tenaga teknis 720 formasi, hanya 236 formasi yang disetujui,” katanya.

Lebih lanjut dikatakan Kapider Siringoringo, 236 formasi CPNS tahun 2010 tersebut, terdiri dari tenaga pendidikan 104 formasi, tenaga kesehatan 71 formasi dan tenaga teknis 61 formasi.

“Untuk klasifikasi pendidikan bagi 236 formasi CPNS tahun 2010 ini terdiri dari tamatan Diploma 3 (DIII) dan Strata Satu (S1) serta ada sejumlah formasi yang membutuhkan tamatan sekolah menengah kejuruan (SMK) dan sekolah perawat kesehatan (SPK),” ujarnya tanpa merinci berapa jumlah SMK dan SPK yang diterima.

Dikatakannya, untuk menampung warga Tapteng yang hanya menamatkan sekolah sampai jenjang pendidikan SMA, pihak Pemkab Tapteng sudah berupaya untuk mengusulkan formasi CPNS untuk tamatan SMA terbukti dari 3.588 formasi yang diusulkan ada 100 formasi untuk tamatan.

“Pada dasarnya kita tetap berupaya mengusulkan formasi CPNS untuk warga yang tamatan SMA, namun hasilnya BKN dan Men PAN hanya menyetujui tamatan SMK dan SPK,” ucapnya.

Ditanya, mengenai jadwal pelaksanaan perekrutan CPNS untuk formasi tahun 2010 di Kabupaten Tapteng, Ia mengaku belum mendapat kepastian jadwal pelaksanaan dari BKN dan Men-PAN.

“Biasanya setelah formasi jabatan yang diusulkan telah disetujui oleh BKN dan Men-PAN, selanjutnya BKD di setiap daerah akan diundang untuk menentukan jadwal pelaksanaan rekrutmen CPNS. Setelah itu kita baru dapat menginformasikan kepada masyarakat kapan mulai buka pendaftaran dan seleksinya,” pungkasnya mengakhiri. (afn)

228 Napi di Lapas Sibolga Dapat Remisi, 7 Orang Langsung Bebas

Bupati Tapteng serahkan remisi secara simbolis.

TAPTENG-Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia ke-65 di lingkungan lembaga pemasyarakatan (Lapas) kelas IIA Sibolga, Selasa (17/8) berlangsung sederhana tapi lebih hikmad dibandingkan dengan di luar lembaga itu. Tak terkecuali, bagi para narapidana yang mendapat remisi di hari Kemerdekaan bangsanya, raut wajah semula kusam terpancar segelumit kegembiraan akan pembebasan diri.

Bertindak sebagai Irup Bupati Drs Tuani Lumbantobing MSi dihadiri Wakil Bupati Ir H MA Effendy Pohan MSi beserta ibu, Ketua TP PKK Tapteng Dina Riana br Samosir, Ketua PN Sibolga, Kejari Sibolga, Kapolres Tapteng dan segenap Muspida lainnya serta sejumlah pimpinan SKPD Pemkab Tapteng.

Kepala Lapas kelas IIA Sibolga Thomas Barajanan SSos MH dalam laporannya menyatakan, sebanyak 228 narapidana mendapat mendapatkan pengurangan hukuman pidananya (remisi) dari Kementerian Hukum dan Hak Azasi Manusia RI mulai dari 1 (satu) bulan sampai 6 (enam) bulan dan 7 napi langsung bebas.

“Hal ini diprogramkan sebagai pembinaan agar para narapidana berkesempatan untuk segera berintegrasi dengan masyarakat umum lainnya. Remisi juga sebagai instrument dalam memodifikasi prilaku narapidana untuk selalu berbuat baik dalam menjalani masa pidananya di lingkungan Lapas, sebab itu menjadi persyaratan mutlak agar para napi mendapatkan remisi,” kata Thomas.

Di kesempatan itu, Thomas menuturkan, Lapas kelas IIA Sibolga terdapat 3 blok kurungan dihuni para narapidana dan tahanan sebanyak 555 orang yang terdiri dari 19 orang kaum perempuan dan puluhan orang anak usia dini.

“Dari kapasitas Lapas Sibolga yang seyogyanya menampung 320 orang warga binaan, kini dipaksa harus menampung sebanyak 555 warga binaan dari beragam karakter dan individu. Belum lagi, napi anak yang harus dipisahkan, dipastikan semakin mengurangi kapasitas yang ada,” ungkap Kalapas Sibolga.

Sementara, amanat tertulis Menkum dan HAM, Patrialis Akbar yang dibacakan Bupati Drs Tuani Lumbantobing MSi pada upacara peringatan HUT RI itu menyatakan, hakekatnya lembaga pemasyarakatan menyadari bahwa pemenjaraan bukanlah suatu alternative terbaik dalam perlakukan terhadap pelanggar hukum di Negara ini. Sebab, pemenjaraan cenderung mengakibatkan dehumanisasi (tak manusiawi), serta menjadi kelemahan dalam manajemen penjara sehingga pelaku pelanggar hukum tidak serta merta menjadi lebih baik, tapi bahkan sebaliknya lebih berprilaku kriminal.

“Pemikiran ini menjadi dasar dalam konsep reintegrasi sosial dalam pembinaan pelanggar hukum berdasarkan pada premis bahwa seorang pelanggar hukum hanya gejala (symptoms). Dengan demikian, pembinaan dapat memberikan ruang luas bagi masyarakat dan pelanggar hukum saling berinteraksi. Dengan harapan, tercipta harmoni dalam kehidupannya bermasyarakat di kemudian hari,” katanya.

Dalam amanatnya, Patrialis Akbar juga mengungkapkan, perundang-undangan yang mengatur tatanan kebutuhan hukum masyarakat serta kepastian hukum dalam mendapatkan pengampunan berupa perubahan, peringatan, pengurangan, dan atau penghapusan pelaksanaan pidana yang dijatuhkan kepada terpidana diusulkan dilakukan perubahan agar tidak kompleks dan mengarah kesempurnaannya.

Hal itu juga ditanggapi dengan seksama oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melalui keputusan Presiden, agar ketiga kelompok narapidana rentan ini diprioritaskan untuk mendapatkan grasi.

“Alhamdulillah, DPR RI melalui sidang paripurnanya menyetujui perubahan UU No. 22/2002 tentang Grasi. Hal ini diprioritaskan kepada kelompok rentan, yakni narapidana anak, narapidana lanjut usia, narapidana pengidap penyakit permanen telah menjalani setengah dari masa pidana,” ungkapnya.

Selain itu, perubahan perundangan itu dilakukan untuk menghindari kekosongan hukum saat penyelesaian pemberian grasi, tunggakan pengajuan grasi dapat segera diselesaikan, menjamin kepastian hukum permohonan grasi, dan sebagai penegakan suplemasi hukum yang dapat memberikan kepercayaan masyarakat kepada kesungguhan pemerintah.

Usai upacara peringatan HUT RI, Ketua TP PKK Tapteng Dina Riana br Samosir menyerahkan sejumlah alat musik bagi para narapidana di Lapas Sibolga sebagai peningkatan pembinaan warga binaan. Kemudian, Bupati dan rombongan yang berhadir menyempatkan diri untuk meninjau hasil karya para warga binaan Lapas Sibolga berupa hiasan dari tempurung kelapa, paving block, replika kapal dan lainnya.

Ketujuh Napi yang langsung bebas setelah mendapat remisi adalah, Meoni Gulo, Tansir Alias Ateng, Sudirman Zai, Nuardin Zebua, Dama Mendrofa, Andi dan Andre Alpansius Marpaung. (afn)

Drama Kolosal Pukau Undangan Upacara HUT RI ke 65

Bupati Tapteng Drs Tuani Lumbantobing MSi serahkan bendera kepada pembawa baki

TAPTENG-Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Proklamasi Kemerdekaan RI ke 65 tahun 2010 di Kabupaten Tapteng yang dipusatkan di lapangan GOR Pandan, Selasa (17/8) dimeriahkan drama kolosal dan diwarnai pemberian penghargaan kepada tiga desa dan kelurahan terbaik di Kabupaten Tapteng.

Upacara peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan yang ke 65 tahun 2010 tersebut, dimulai pada pukul 09.55 Wib dengan Inspektur Upacara Bupati Tapteng Drs Tuani Lumbantobing MSi dan pembaca teks proklamasi ketua DPRD Tapteng Sintong Gultom diikuti barisan TNI, Polri, OKP, PNS dan pelajar.

Upacara peringatan HUT kemerdekaan RI  ke 65 tahun tahun 2010 di Kabupaten Tapteng turut dihadiri para anggota DPRD Tapteng, Unsur Muspida Plus Kabupaten Tapteng, Ketua TP PKK Tapteng Dina Riana br Samosir, para pimpinan SKPD, LVRI, Tokoh Masyarakat, tokoh Agama, tokoh Adat dan Tokoh Pemuda.

Pada rangkaian seremoni upacara detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI ke 65 tahun 2010 rombongan Paskibra Tapteng yang terdiri dari 27 siswa-siswi terbaik Tapteng selalu memukau para undangan dan tidak kalah memukaunya pagelaran drama kolosal yang diperankan oleh sanggar tari SMP Negeri 2 Pandan Nauli, mengisahkan seorang nenek kepada cucunya tentang beratnya para pejuang bangsa merebut kemerdekaan dan meminta kepada generasi muda bangsa agar berbuat yang terbaik demi mengisi kemerdekaan.

Dimana penampilan drama kolosal tersebut, sempat memukau para undangan peringatan HUT Proklamasi kemerdekaan RI ke 65 khususnya para veteran yang turut hadir pada upacara tersebut.

Selanjutnya, Bupati Tapteng Drs Tuani Lumbantobing MSi memberikan pengharagaan kepada tiga Desa dan Kelurahan terbaik di Kabupaten Tapteng tahun 2010, yakni Desa Maduma Kecamatan Sorkam Barat, Desa Pasaribu Tobing Kecamatan Pasaribu Tobing dan Desa Aek Gambir Kecamatan Lumut. (afn)