Paskibra Tapteng: Paling Menegangkan Saat Kibarkan Bendera

Paskibra Tapteng saat bertugas mengibarkan bendera merah putih.

TAPTENG-Hari H pelaksanaan pengibaran bendera merah putih pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Proklamasi kemerdekaan RI ke 65 pada 17 Agustus 2010 merupakan puncak ketegangan bagi para anggota Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Kabupaten Tapteng tahun 2010.

Demikian disampaikan lima orang pasukan inti dari 27 Paskibra Tapteng tahun 2010, yang terdiri dari tiga orang bertugas sebagai penggerak bendera  dan dua pembawa baki saat dijumpai METRO di Pondok Jeges usai melaksanakan tugas mengibarkan bendera merah putih pada upacara peringatan HUT RI ke 65 di lapangan GOR Pandan, Selasa (17/8).

Dimana kelima pasukan inti tersebut, diantaranya Boby Efraim Sihotang siswa SMA Negeri 1 Pinangsori berada di posisi tengah menaikan bendera dengan penggerek bendera sebelah kanan Fellix Adolf Hutasoit siswa kelas II SMA Matauli Pandan dan Benyamin Ginting siswa kelas III SMA Matauli Pandan disebelah kiri serta pembawa baki untuk penaikan bendera merah putih Yumna Huda siswi kelas II SMA Matauli Pandan dan pembawa baki penurunan bendera Yeshelia siswi kelas III SMA Swasra Fransisku.

“Jika dibandingkan saat kami dinyatakan lulus sebagai anggota Paskibra Tapteng tahun 2010 setelah mengikuti berbagai seleksi, jujur kami katakana, lebih deg-degan rasanya saat bertugas di hari H pelaksanaan pengibaran bendera merah putih dan bisa dibilang pada saat itulah puncak ketegangan saat menjadi anggota Paskibra,” kata mereka.

Kelima orang dari 27 Paskibra Tapteng ini, mengaku sangat bangga bisah terpilih sebagai pasukan yang mengibarkan bendera merah putih pada upacara HUT RI ke 65 di Kabupaten Tapteng yang dipusatkan di lapangan GOR Panda.

“Kami sangat bangga terpilih menjadi anggota Paskibra Tapteng tahun 2010 ini dari ratusan siswa-siswi di Tapteng yang mengikuti seleksi dan tentunya orang tua kami juga merasa bangga melihat kami bertugas mengibarkan bendera merah putih pada upacara HUT Proklamasi kemerdekaan RI ke 65 yang dipimpin langsung Bupati Tapteng,” ucap mereka.

Pada kesempatan itu, kelima siswa-siswi terbaik tersebut mengungkapkan kesan mereka selama mengikuti pelatihan secara intensive sebagai Paskibra Tapteng. Diantaranya, tentang pengalaman disiplin yang tinggi selama diinapkan di pondok Jeges selama mengikuti pelatihan dan penanaman sikap korsa yang kental.

“Selama diasramakan, sikap disiplin selalu ditanamkan kepada kami, yakni mulai pukul 04.55WIB pagi kami harus sudang bangun dan berbaris. Dan ini kami laksanakan selama 21 hari mengikuti pelatihan dan pastinya penanaman sikap Korsa yang kental juga kesan yang sangat membekas, karena dengan Korsa kesalahan satu orang menjadi kesalahan bersama, tetapi kebenaran satu orang belum tentu kebenaran bersama,” ujar Yumna Huda, Fellix dan Booby seraya menyatakan pelatih yang berasal dari Kodim 0211/TT dan Koramil Pandan cukup ramah namun tetap tegas.

Bagi Fellix Adolf Hutasoit sebagai petugas penggerek bendera sebelah kanan mengaku, bahwa kesan yang tidak bisa terlupakannya selain penerapan disiplin adalah hilangnya Pin bendera merah putih miliknya satu hari sebelum upacara HUT RI ke 65.

“Padahal untuk mendapatkan Pin tersebut kita harus bersusah payah, tetapi nasib, Pin tersebut hilang dan saya tidak tahu apakah saya akan mendapatkan hukuman dari pelatih nanti,” ungkapnya.

Benyamin Ginting yang bertugas sebagai penggerak bendera di sebelah kiri menyatakan, bahwa pada saat pembayatan juga merupakan pengalaman yang tidak terlupakan.

“Pada saat pembayatan, kami harus berjalan kaki dari GOR Pandan ke tempat penginapan tanpa alas kaki dan ini merupakan pelatihan untuk menanamkan jiwa partiotisme dalam diri kami sesuai apa yang disampaikan para pelatih,” katanya mengenang diaminkan keempat anggota inti lainnya.

Pada kesempatan itu, para pasukan inti Paskibra Tapteng tahun 2010 sempat menyatakan bahwa dengan kondisi lapangan GOR Pandan yang becek akibat diguyur hujan, sempat membuat mereka gugup, namun dengan berbekal latihan selama 21 tahun pengibaran bendera dapat dilaksanakan mereka dengan baik.

“Sempat sih kami gugup dengan kondisi lapangan yang becek dengan kondisi hujan rintik, tetapi dapat berjalan dengan baik dan kami sangat bangga dapat melaksanakan dengan baik disaksikan Bupati dengan undangan terhormat lainnya. Tetapi pastinya pelaksanaan pengibaran bendera tadi adalah puncak segala ketegangan,” pungkas mereka sambil tersenyum.

Sekedar diketahui, ke-27 anggota Paskibra Tapteng terdiri dari 6 orang SMA Negeri 1 Matauli Pandan, 5 orang SMA Negeri 1 Pinangsori, 3 orang SMK Sarudik, 2 orang SMA Maduma, 1 orang SMK Sibabangun, 1 orang SMA Andam Dewi, 2 orang SMK Badiri, 1 orang MAN Barus, 2 orang MAN Pandan, 3 orang SMA Sw Fransiskus dan 1 orang SMK Poriaha. (afn)

2 Responses to Paskibra Tapteng: Paling Menegangkan Saat Kibarkan Bendera

  1. cAAyooooo,,siswa snk n1 sarudik,,,,,,,,,,,
    cayo juga buat TAPTENG;;;;

  2. alhamdulillah………….
    ternyata siswa anak sekolah MAN PANDAN masuk juga sebagai anggota paskib di kab,tap-teng…………….sekolah ini sering di lecehkan oleh masyrakat ternyata dapat membuktikan prestasi sekolah MAN PANDAN.
    saya ucapkan terimaksih…………..untuk MAN PANDAN DAN PEMKAB TAPTEN……………….

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s