Afwannst’s Weblog

Entries categorized as ‘berita Nasional’

Pelajar Kawanan Jambret

19 Februari 2009 · 1 Komentar

Lima Siswa Jadi Kawanan Jamret HP (F:Afwan Nasution)

Lima Siswa Jadi Kawanan Jamret HP (F:Afwan Nasution)

Lima Siswa Kawanan Jambret HP Diringkus Polsek Pandan

TAPTENG-Sebanyak 5 (lima) kawanan penjambret yang sering beraksi di Jalinsum Sibolga-Padangsidempuan, jalan Baru Tukka dan daerah lainnya di kecamatan Pandan, berhasil diringkus aparat kepolisian dari Polsek Pandan, di Desa Sigiring-giring kecamatan Tukka kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Selasa (17/2) kemarin siang sekira pukul 01.00WIb.

    Kelima kawanan jambret yang masih berstatus pelajar salah satu sekolah menengah atas (SMA) di daerah Kabupaten Tapteng itu, yakni Subrihaji Simanjuntak (19),  Yaprianan Telaumbanua (17), Guno Zega (18) ketiganya warga Desa Sigiring-giring kecamatan Tukka kabupaten Tapteng. Sementara, Taufik Ashari Pulungan (18) warga Dusun I Hutanabolon Tapteng dan Niko Eriata Hutauruk (18) warga Desa Sipange Tapteng.

    Dari kelima tersangka diperoleh barang bukti berupa 6 unit Hand Phone (HP) dari berbagai jenis mereka dan 4 (empat) unit sepedamotor yang digunakan mereka untuk menjambret HP korban mereka. Dimana keempat sepedamotor tersebut, sengaja di modif kawanan tersebut, dengan mempunyai daya kecepatan tinggi.

    Kapolres Tapteng AKBP Drs Reynhard SP Silitong SH melalui Kapolsek Pandan AKP Kamdani Sag yang dikonfirmasi METRO, di ruang kerjanya, Rabu (18/2) menjelaskan, penangkapan kelima kawanan jambret HP ini bermula dari informasi dan laporan masyarakat yang mengatakan kelimanya sering melakukan aksi jambret HP di sekitar kecamatan Pandan Tapteng.

    “Setelah informasi yang kami terima dikembangkan, personil kita berhasil meringkus empat orang dari lima kawanan tersebut, di Desa Sigiring-giring kecamatan Tukka kabupaten Tapteng, sementara satu orang diantaranya diserahkan oleh orang tuanya,” jelasnya.

    Dikatakan Kamdani, dalam melakukan aksinya, kawanan jambret HP ini biasanya beroperasi pada malam hari. Dan menurut pengakuan mereka, kelima kawanan jambret ini sudah melancarkan aksinya sampai 14 (empat belas belas) kali dengan memperoleh puluhan HP warga.

    “Untuk mempertanggung jawabkan perbuatan mereka, kelima kawanan jambret HP, dijerat pasal 365 Kitab Undang-undang hukum pidana (KUHP) dengan ancaman kurungan 9 (sembilan) tahun penjara,” tukasnya.

    Ditambahkan Kapolsek Pandan, karena kelima kawanan jambret HP masih berstatus pelajar kelas III (tiga) di salah satu SMA di kabupaten Tapteng, maka pihaknya akan memanggil pihak sekolah dan menyurati Dinas Pendidikan Tapteng sebagai pemberitahuan.

    Kelima kawanan jambret HP yang dijumpai METRO di Mapolsek Pandan mengakui, semua perbuatan mereka menjambret HP warga dan pengguna jalan yang sedang menaiki kendaraan roda dua. “Biasanya kami menjambret HP warga yang sedang memakai HP sambil mengendarai sepedamotor dan biasanya korban kami perempuan. Setiap melakukan aksi kami bisa mendapatkan HP sebanyak 4 (empat unit) dalam satu hari,” aku mereka.

    Dikatakan mereka, HP hasil curian mereka biasanya dipakai sendiri dan sebagian dijual kepada orang-orang yang dikenal. “Uang hasil penjualan HP tadi kami gunakan untuk bayar buku dan sebagian lagi untuk poya-poya,” kilah mereka.

Kategori: berita Nasional

Pacar Gelar Ibu Perkosa Bocah

1 Februari 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

foto-tersangka-pemerkosaan-afwan

TAPTENG – Sungguh menyedihkan nasib anggrek (7) (bukan nama sebenarnya), masih bau kencur dan masih panjang lika liku hidup yang dirasakan, yakni pada usia yang masih cukup dini sudah kehilangan kehormatannya. Dan yang paling menyedihkan adalah, laki-laki bejat yang merusak masa depannya tersebut, tidak lain ayah angkat korban yang tinggal serumah dengan korban.

    Akibat perbuatannya, Buyung Gulo (20) warga Desa Kalangan Km 13 kecamatan Pandan kabupaten Tapteng sehari-harinya sebagai buruh kasar, terhitung Jumat (16/1) malam sekira pukul 20.00WIB, harus mendekam di sel Mapolsek Pandan. Bukan hanya itu, tersangka juga diputuskan oleh pacarnya (gandaknya) yang merupakan ibu kandung korban berinisial F.

    Menurut informasi yang dihimpun mengatakan, terungkapnya kejadian memalukan dan memilukan perasaan korban berawal dari salah seorang tetangga korban bernama Agus br Panggabean yang melihat korban mengerang kesakitan saat buang air kecil di halaman rumahnya.

    Melihat ada tanda-tanda mencurigakan, yang tampak pada leher dan pipi kanan korban kemerahan, Agus br Panggabean memanggil korban dan menanyakan, apa gerangan yang membuat korban mengerang kesakitan saat buang air dan dari mana asal bekas kemerahan yang ada di leher dan pipi kanan korban.

    Selanjutnya, korban menceritakan semua kejadian yang menimpanya Jumat dinihari (16/1) sekira pukul 01.00WIB, dimana pada saat itu orang tua kandungnya yakni ibu korban sedang tidak ada dirumah dan berada di Batang Toru kabupaten Tapsel. Selanjutnya, tetangga korban menunggu ibu korban pulang dan bersama-sama melaporkan kejadian tersebut, ke Mapolsek Pandan.

    Anggrek (bukan nama sebenarnya) kepada tetangga korban menceritakan bahwa, pada Jumat (16/1) dinihari sekira pukul 01.00WIB saat dirinya sedang tertidur pulas. Tiba-tiba Buyung Gulo yang sudah dianggap korban sebagai ayah angkatnya, meskipun hanya berstatus pacaran dengan ibunya, namun dangan teganya menindih tubuhnya yang masih kecil.

    Kapolres Tapteng AKBP Drs Reynhard SP Silitonga SH melalui Kapolsek Pandan AKP Kamdani SAg yang dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut, dan menjelaskan bahwa akibat perbuatan bejat ayah angkatnya, kemaluan korban mengalami rusak baru.

    “Tersangka akan dijerat pasal 82 UU RI nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak sub pasal 290 KUHPidana dengan acanaman hukuman kurungan maksimal 15 tahun penjara. Dari memar merah di leher dan pipi kanan korban yang tampak, diduga saat melangsungkan aksinya korban terlebih dahulu melakukan kekerasan atau pemaksaan,” katanya.

    Buyung Gulo selaku tersangka yang dijumpai di Mapolsek Pandan mengakui perbuatannya dan mengatakan khilaf, sehingga tega memperkosa bocah 7 tahun tersebut, yang sudah tinggal bersama korban serta ibunya.

    “Ibunya korban adalah gandakku (pacar), dan selam ini kami tinggal bersama, tetapi pada malam itu ibu korban sedang pergi ke Batang Toru karena ada urusan. Dan saat kami berdua, tiba-tiba saja birahi saya datang, sehingga terjadi kejadian tersebut,” akunya.

Polsek Kolang Ciduk Pelaku Pemerkosaan Anak Dibawah Umur

    Sementara itu, di parat kepolisian sektor (Polsek) kolang juga pada hari yang sama, yakni Jumat (16/1) pagi sekira pukul 08.00WIB, berhasil mengamankan seorang pemuda bernama Robinhot Anderton Nainggolan (18) warga dusun Lobu Desa Harambir kecamatan Kolang Nauli kabupaten Tapteng.

    Dimana tersangka telah melakukan pemerkosaan terhadap tetangganya sendiri sebut saja namanya Melati, pada Minggu (21/12) lalu sekira pukul 11.00WIB, di kediaman tersangka. Namun, pebuatan bejat korban baru ketahuan Jumat (16/1) kemarin dan orang tua korban langsung melaporkan kejadian tersebut.

    Kapolres Tapteng AKBP Drs Reynhard SP Silitonga SH yang dikonfirmasi melalui Kapolsek Kolang AKP Hasmarullah didampingi Kasat Intelkam AKP Adi Kesuma membenarkan adanya kejadian tersebut, dan mengatakan bahwa tersangka sudah diamankan di Mapolsek Kolang.

    “Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, tersangka dijerat pasal 82 UU RI nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak sub pasal 290 KUHPidana dengan acanaman hukuman kurungan maksimal 15 tahun penjara,” jelasnya. (afn)

             

Kategori: berita Nasional

Garap Anak Tiri 3 Tahun Masuk Bui

1 Februari 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

foto-tersangka-pemerkosa-anak-tiri-afwan-file-info4      

Nelayan Garap Anak Tiri Dari Umur 9 Tahun Hingga 3 Tahun

AFWAN-SIBOLGA   

    Kasus kekerasan dan pencabulan terhadap anak di bawah umur tampaknya, tidak ada henti-hentinya terjadinya di kota Sibolga dan Kabupaten Tapteng. Dimana seorang ayah tiri berinisial SL (34) yang berpropesi sebagai Nelayan warga jalan Damai gang Nuri kelurahan Aek Habil kecamatan Sibolga Selatan kota Sibolga, tega menggarap anak tirinya hingga 3 tahun lamanya, yakni dari umur Melati (bukan nama sebenarnya) 9 tahun hingga berumur 12 tahun.

    Ironisnya, perbuatan bejat tersangka yang sudah mempunyai 3 (tiga) orang anak dari ibu kandung korban berinisial RH (30) yang sudah dinikahinya selama 8 (delapan) tahun terungkap pada Selasa (20/1) lalu. Dimana nenek korban atau ibu korban mendengar pertengkaran IL (7) (adik tiri korban) dengan korban yang mengatakan bahwa korban telah di cabuli ayahnya di dalam kamar saat ibunya tidak berada di rumah. Dan akhirnya korban berhasil diciduk aparat kepolisian dari Polresta Sibolga setelah tiba melaut di salah satu tangkahan di kota Sibolga, Kamis (29/1) subuh sekira pukul 04.00WIB.

    Menurut informasi yang dihimpun METRO dari pihak kepolisian mengatakan,  setelah pihak keluarga mengetahui persitiwa yang membuat malu keluarga mereka dari nenek korban. Selanjutnya, ibu korban berang dan melaporkan kejadian  tersebut, kepada aparat kepolisian Polresta Sibolga.

    Kepada Polisi R (30) selaku ibu korban mengatakan, bahwa anak sulung dari suaminya pertama itu sudah dinodai oleh suaminya sendiri SL (34) yang merupakan ayah tiri korban. Dasarnya melapor adalah percakapan antara korban dan adik tirinya yang didengar oleh neneknya yang mengatakan pernah melihat korban ditiduri oleh ayah tirinya.

    Dimana pada Selasa (20/1) lalu, korban yang belakangan sering tidur di rumah neneknya terlibat pertengkaran mulut dengan adik tirinya IL hasil perkawinan ayah tiri dengan ibu kandungnya, karena korban tidak rela kalah dalam suatu permainan dari adik tirinya. Tanpa sadar, IL selaku adik tiri korban berkata “Jahat kali kakak ini, masak sudah kalah tapi tidak mengaku, pantasan ayah pernah mencumbui perut dan mem… (sensor) kakak di dalam kamar saat ibu sedang ke pasar,” tutur Briptu Asmida KP kepada METRO seorang juruperiksa dan bagian unit pelayanan perempuan dan anak (UPPA) Polresta Sibolga menirukan ucapan adik tiri korban saat diminta keterangannya menjadi saksi.

    Dilanjutkannya, setelah korban ditanyai oleh ibu kandungnya sendiri akan kebenaran perkataan adik tiri korban tersebut, akhirnya korban mengakui dan menceritakan semua kronologis perbuatan bejat ayah tirinya yang masih melekat di ingatannya. Dengan lugunya korban menceritakan pengalaman pilu yang tidak pernah terbayangkannya kepada keluarga dan pihak kepolisian.

    Korban mengaku, bahwa dirinya sudah di garap orang tua tirinya tersebut, sejak berumur 9 tahun saat mereka masih tinggal di rumah neneknya di jalan Nuri gang Nuri kota Sibolga pada Oktober tahun 2005 lalu dan terakhir di lakukan pada Desember 2008 lalu, di rumah kontrakan mereka di jalan Damai gang Nuri kota Sibolga tanpa ingat tanggalnya.

    “Keseluruhan kelakuan bejat tersangka menggarap anak tirinya, menurut pengakuan korban di lakukan pada siang hari yakni pada pukul 14.00WIB saat ibu korban sedang ke pasar untuk belanja keperluan rumah tangga. Dan perlakuan itu dilakukan tersangka terhadap korban berkali-kali, setiap korban mau berangkat ke laut dan baru pulang dari laut,” jelas Asmida seorang Polwan di Polresta Sibolga yang turut serta menangani kasus tersebut.

    Yang menyedihkan, lanjutnya, perbuatan yang sudah berlangsung cukup lama itu, yakni selama 3 tahun lamanya tidak tercium dan tidak diketahui oleh ibu dan keluarga korban, karena menurut pengakuan korban usai ayah tirinya melampiaskan nafsu bejatnya selalu mengucapkan perkataan ancaman yang berbunyi “Jangan kau kasih tahu perbuatan ini kepada ibu dan nenekmu serta orang lain!. Kalau kau kasih tahu akan kubunuh ibu, nenek dan semua adik-adikmu”.

    Dikatakan, pada saat pihak Polresta Sibolga hendak melakukan penangkapan, ternyata tersangka sedang berlayar di laut sebagai awak kapal pukat cincin. Selanjutnya, aparat kepolisian melakukan pengintaian dan menunggu tersangka pulang dari berlayar di salah satu tangkahan di kota Sibolga, tempat biasa kapal pukat cincin yang ditumpangi tersangka sering berlabuh.

    Kapolresta Sibolga AKBP M Marbun BA yang dikonfirmasi METRO melalui Kasat Reskrim AKP Aswin Noor Nasution SH di ruang kerjanya, membenarkan adanya penangkapan tersangka yang telah tega menggarap anak tirinya selam 3 tahun lamanya.

    “Tersangka berhasil kita bekuk setelah 9 (sembilan) hari laporan ibu korban. Dimana kapal pukat cincin yang dinaikinya sebagai anggota kapal pada Kamis (29/1) subuh sekira pukul 04.00WIB berlabuh di salah tangkahan di kota Sibolga. Tanpa perlawanan berarti tersangka berhasil diamankan ke Mapolresta Sibolga,” katanya.

    Dikatakan, akibat perbuatan tersangka yang melakukan perbuatan yang tidak seharus dilakukannya, tersangka di jerat pasal 82 ayat (2) Undang-undang RI nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

    Sementara itu, SL selaku tersangka yang dijumpai METRO di Mapolresta Sibolga mengakui semua perbuatannya yang telah menggarap anak tirinya tersebut. Bahkan sangkin seringnya melancarkan aksi bejatnya selama 3 tahun lamanya, membuat tersangka tidak ingat lagi sudah berapa kali ia menggagahi korban yang sampai saat ini masih berstatus pelajar.

    “Memang semua perbuatan itu, saya lakukan selalu pada siang hari sekira pukul 14.00WB, saat ibunya sedang belanja ke pasar,” ucapnya sembari menghapus air mata buaya yang jatuh ke pipinya.

Kategori: berita Nasional

Seputar Taggul Jebol Evakuasi Dihentikan

19 Desember 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Kaki korban tanggul jebol yang dapat dievakuasi dari reruntuhan

Kaki korban tanggul jebol yang dapat dievakuasi dari reruntuhan

Proses Evakuasi Dihentikan

Jenazah Korban Dimakamkan Dilokasi Reruntuhan Tanggul

AFWAN-TAPTENG

    Memasuki hari keempat, upaya evakuasi jenazah korban dari reruntuhan tembok tanggul irigasi Aek Anggoli di lorong I Desa Anggoli Kecamatan Sibabangun Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) yang menghimpit korban Jumat (12/12) lalu, belum membuah hasil.

    Dimana jenazah Kirman Nasution (52) yang sudah ditemukan tewas masih berada dibawah reruntuhan tersebut, belum dapat di keluarkan untuk dapat dikebumikan, namun kaki korban berhasil di evakuasi. Setelah dilakukan musyawarah dan hasil rembuk dengan keluarga korban, akhirnya korban dimakamkan dilokasi kejadian.        

    Penghentian upaya evakuasi dihentikan sebagai jalan terakhir dilakukan, setelah tim gabungan TNI/Polri dan Pemkab Tapteng yang sudah bekerja maksimal selama empat hari belum dapat mengevakuasi jenazah korban. Karena, batas waktu sudah habis ditambah pengangkatan jenazah korban dari bawah reruntuhan sudah tidak memungkinkan lagi karena beban bangunan yang menimpa korban terlalu berat. 

    Menurut amatan METRO di lokasi tempat terhimpitnya korban, Senin (15/12), tim evakuasi terus berupaya dan mencoba untuk mengangkat jenazah korban dari bawah reruntuhan. Dan tim evakuasi hanya berhasil mengangkat sepotong kaki kanan korban yang selama ini diikat tali sebagai tanda bahwa korban berada di lokasi tersebut.  

    Penghentian upaya evakuasi dilakukan tim gabungan yang terdiri dari Bupati Tapteng Tuani Lumbantobing, Dandim 0211/TT Letkol (Kav) Albiner Sitompul bersama unsur  Muspida lainnya, setelah berembuk dengan pihak keluarga korban yang diwakili adik korban Muhyasser Nasution, anak sulung korban Sofyan Nasution dan tokoh masyarakat/adapt di Desa Anggoli kecamatan Sibabangun kabupaten Tapteng.

    Pada dikesempatan itu, pihak keluarga korban meminta kepada pemerintah agar dapat memindahkan saluran air Aek Anggoli, sehingga air tidak lagi mengalir melalui tempat dimakamkannya korban.

    Menyahuti permintaan pihak keluarga korban tersebut, Bupati Tapteng Drs Tuani Lumbantobing MSi mengatakan, akan mengupayakan pemindahan seperti yang diinginkan tersebut, jika tanggul diperbaiki nantinya.

    Setelah mendapat persetujuan, kaki kanan korban yang terputus kemudian dikafankan. Setelah itu, disholatkan dan selanjutnya dikebumikan satu lokasi dengan tubuh korban yang tidak dapat dievakuasi, karena terhimpit reruntuhan tanggul Aek Anggoli yan jebol.

    Pantuan METRO di lokasi upaya evakuasi jenazah korban, sholat pemakaman jenazah korban Kirman Nasution, sendiri langsung dilaksanakan dilokasi kejadian dipimpin oleh Dandim 0211/TT Letkol (Kav) Albiner Sitompul.

    Dimana, sebenarnya tim gabungan telah menyempitkan dan mengeringkan beberapa titik di lokasi terkuburnya jenazah korban Kirman Nasution. Tetapi, karena beban bangunan yang menimpa jenazah korban sangat berat, sehingga korban tidak berhasil dievakuasi.

    Sekedar mengingatkan, tanggul irigasi Aek Anggoli, di lorong I Desa Anggoli, Kecamatan Sukabangun, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), roboh, Jumat (12/12) lalu sekira pukul 10.30 WIB. Dalam peristiwa itu, seorang warga yang sedang menjala ikan,  Kirman Nasution (52) tewas di timpa reruntuhan tembok tanggul.

    Informasi yang dihimpun METRO di lokasi kejadian, Sabtu (13/12) mengatakan, saat itu korban bersama kedua rekannya berada di lokasi tanggul mencari ikan. Korban yang berada di bawah tembok tanggul tidak menyadari, kalau tanggul yang dibangun tahun 2002 oleh satuan kerja pengairan dan irigasi Sumatera Utara (Satker PISU) Dinas Pengairan dan Irigasi Sumut itu, sudah tidak kokoh. Tembok bangunan sepertinya, tidak menyatu dengan bangunan utama tanggul (pintu irigasi), demikian dengan lantai dasar bangunan.

Kategori: berita Nasional

Bosan Ditegur Istri Karena Sering Pulang Malam

14 Desember 2008 · & Komentar

Perempuan beranak tiga yang dibakar suaminya hingga gosong hanya karena di tegur sering pulang malam

Perempuan beranak tiga yang dibakar suaminya hingga gosong hanya karena di tegur sering pulang malam

 

// ada foto //

Bosan Ditegur Istri Karena Sering Pulang Malam

Istri Dibakar Hidup-hidup

AFWAN-TAPSEL

    Mariyanti (30) warga kelurahan Wek II kecamatan Batang Toru Kabupaten Tapanuli Selatan, diduga disiram minyak tanah dan dibakar hidup-hidup oleh suaminya sendiri bernama Hatta Harahap (33), Kamis (27/11) lalu pada dinihari sekira pukul 01.30WIB. Selain itu, suami korban yang diduga pelaku pembakaran masih berkeliaran dan masih diburon aparat kepolisian dari Polsek Batang Toru.

    Menurut informasi yang dihimpun METRO dari keluarga korban dan korban sendiri mengatakan, bahwa suaminya telah tega menyiram dan membakarnya hidup-hidup, hanya karena korban menegur suaminya yang sering pulang sampai larut malam.

    Mariyanti (30) selaku korban yang mengaku telah dibakar suami keduanya tersebut, hidup-hidup mengatakan, pada Kamis (27/11) lalu sekira pukul 01.30WIB dinihari, tiba-tiba terdengar suara suaminya dari luar ruamh sambil mengetok pintu.

    Setelah pintu di buka, langsung suaminya masuk ke dalam rumah mereka yang sangat, sederhana. Karena sudah bosan melihat tingkah suaminya yang sering pulang sampai larut malam, Mariyanti mencoba mengur dengan berkata “Mengapa lama-lama kali pulang, bapak Putri” dan disambut pelaku “Apa urusanmu samaku”, sehingga terjadi adu mulut antar suami istri tersebut.

    “Pada malam itu, saya sudah berupaya untuk menenangkan suami saya, dengan berkata sudahlah jangan bertengkar lagi kita, tidurlah. Namun dia (pelaku) tetap marah dan mengamuk, sambil mengambil jerigen yang berisikan minyak lampu yang berada di samping tempat tidur, dia (pelaku) mencoba menarik saya keluar rumah dan menyiramkan minyak tersebut, ke tubuh saya,” tutur Ibu beranak tiga yang sehari-harinya mencuci pakaian tetangga untuk menghidupi keluarga mereka.

    Pada saat ditarik ke luar rumah, korban sempat melawan, tetapi sampai di pintu rumah, pelaku langsung membakarnya hidup-hidup dengan menggunakan mancis miliknya. Kemudian korban berusaha berlari keluar rumah mereka untuk meminta pertolongan warga.

    “Setelah dia (pelaku) membakar saya, lalu dia minta berteriak minta tolong kepada warga, seolah-olah bukan dia pelakunya. Dan warga sekitar langsung datang dan berusaha memadamkan api yang menyala di sekujur tubuhku. Pada waktu itu, dia (pelaku) sempat berkata di depan warga yang menolong saya ‘bodoh kali kau Mariyanti membakar diri sendiri untuk bunuh diri,” ujar korban menirukan perkataan suaminya.

    Setelah api berhasil dipadamkan, korban mengaku tidak berdaya dan pingsan, sehingga tidak mengetahui pasti siapa yang menyelamatkannnya. Paginya korban terbangun dan sudah berada di kediaman mertuanya yang hanya berjarak 20 meter dari kediaman mereka.

    “Setahu saya, sewaktu berada di ruamh mertua, saya hanya di suntik dua kali oleh mantra yang di panggil mereka dan diberi obat satu kali. Namun, untuklah orang tua saya datang dan membawa saya berobat ke Rumah Sakit Umum (RSU) kota Padangsidempuan (Psp),” katanya.

    Pengakuan korban, juga dikuatkan anak sulung dari suami pertama Mariyanti (korban) bernama Andi Maisudi Nasution (13), yang mendengar dan melihat langsung ayah tirinya telah membakar ibu kandungnya.

    “Malam itu saya mendengar suara ketukan pintu, dan saya melihat ibu membuka pintu dan uda (panggilannya kepada ayah tirinya) langsung masuk ke dalam rumah. Selain itu, saya mendengar mereka bertengkar, namun saya tidak berani bangun dan hanya mendengarkan pertengkeran mereka,” katanya.

    Tidak berapa lama bertengkaran mulut diantara kedua orang tuanya terjadi, lalu dia melihat ibunya ditarik untuk keluar dari rumah dan juga melihat ayah tirinya tersebut, menyiramkan minyak lampu dan membakar korban dengan menggunakan mancis.

    “Melihat ibu dibakar Uda (pelaku), saya langsung bangun dari tidur dan melihat warga sudah berdatangan untuk menolong ibu, namun Uda (pelaku) bukannya menolong malah pergi sambil berkata ‘bodoh kali kau Mariyanti membakar diri sendiri untuk bunuh diri’, dan ibu langsung di bawa ke rumah nenek,” ujar sambil menyucurkan air mata.

    Dikatakannya, pada dinihari itu, korban sempat di bawa berobat tradisional oleh keluarga ayah tirinya tersebut, ke daerah bernama Padang lancet dan juga sempat berobat ke mantra yang ada di dekat rumah mereka, lalu setelah nenek dari ibunya datang, langsung korban di bawa ke RSU kota Padangsidempuan (Psp).

    Sementara itu, Erlina Hasibuan (52) ibu korban yang dijumpai METRO mengatakan, mengetahui kejadian naas yang menimpa putri keduanya tersebut, dari cucunya sendiri yang datang pada pagi harinya sekira pukul 06.00WIB.

    “Tanpa piker panjang kami langsung menuju ke diaman orang tua pelaku dan melihat kondisi anak saya. Setelah berunding dengan famili saya yang disekitar kejadian, lalu korban kami bawa ke RSU kota Padangsidempuan,” katanya.

    Setelah dirawat selama lima hari, akhirnya korban dibawa pulang oleh orang tuanya ke kediamnnya di Desa Bandar Hapenis lorong I Karang Moncol kecamatan Batang Toru kabupaten Tapsel.

    “Selama di rawat di RSU Padangsidempuan, memang uang kamar dan infusnya gratis, karena memiliki kartu Jamkesmas. Namun, karena uang kami terbatas dan mahalnya pembelian resep dari dokter untuk mengobati anak saya, akhirnya kami memutuskan untuk membawa pulang dan dirawat di rumah,” ujarnya.

    Kapolres Tapsel, AKBP Pranyoto SIK melalui Kapolsek Batang Toru, AKP JW Sijabat yang dikonfirmasi METRO membenarkan adanya kejadian pembekaran wanita yang dilakukan menyebutkan suaminya sendiri di kelurahan Wek II kecamatan Batang Toru kabupaten Tapsel.

    “Pelaku masih kita buron dan kita tetap akan berusaha untuk menangkap pelaku yang diduga telah tega membakar istrinya sendiri. Memang belum dapat dipastikan suaminya pelaku pembakaran tersebut, tetapi kalau memang dia tidak bersalah mengapa harus melarikan diri,” ujarnya.

 

Kategori: berita Nasional

Jelang Mudik Natal Dan Tahun Baru 2009 Jalan Diminta Perbaiki

14 Desember 2008 · 1 Komentar

13-12-08-foto-jalinsum-sibolga-padangsidempuan-yang-rusak-parah-afwan-file-info

Jelang Mudik Natal Dan Tahun Baru 2009

Warga Minta Jalinsum Sibolga-Padangsidempuan Yang Rusak Diperbaiki

TAPTENG-METRO

    Kerusakan Jalinsum Sibolga-Padangsidempuan yang semakin memprihatinkan dan meresahkan masyarakat Sibolga-Tapteng, dengan kondisinya badan jalan yang rusak parah. Menjelang mudik Natal dan tahun baru 2009, warga dan pengguna jalan berharap Jalinsum tersebut, diperbaiki oleh pihak yang berwenang dalam hal ini pihak PU Sumatera Utara (Sumut).

    Menurut pantauan METRO Sabtu (13/12) di Jalinsum Sibolga-Padangsidempuan yang rusak parah, selain badan Jalinsum yang cukup sempit, juga tampak hampir seluruh badan Jalinsum sudah mengalami rusak parah, dengan banyaknya lobang menganga di sejumlah titik badan jalan.

    Kondisi jalan yang terparah berada di Km 25 jalinsum Sibolga-Padangsidempuan Desa Prancis kecamatan Badiri kabupaten Tapteng yang juga sangat rawan terjadi kecelakaan dengan kondisi kerusakan yang berada di jalan tikungan. Selain itu, beberap titik badan jalan yang rusak juga rusak parah terdapat di persimpangan Desa Hutabalangan, Desa Aek Korsik, Desa Hajoran dan Km 13 Desa Kalangan kabupaten Tapteng.

    MS Simatupang, pengguna jalan yang dijumpai METRO mengaku resah saat melintas Jalinsum Sibolga-Padangsidempuan yang sudah rusak parang, diaman kerusakan badan jalan juga sudah berlangsung cukup lama. Dan berharap kerusakan badan Jalinsum tersebut, mendapatkan perhatian dari pihak yang berwenang yakni Dinas PU Provinsi Sumut agar perjalanan mudik natal dan Tahun baru 2009 berjalan dengan lancar.

    “Saat melintasi Jalinsum ini, saya sangat resah, karena kita harus ekstra hati-hati saat melintas untuk menghindari lobang yang menganga di badan jalan. Namun, saat mengelakan lobang di badan jalan, kita juga harus melihat kendaraan yang melintas dari arah berlawanan, karena dengan kondisi jalan yang cukup sempit, bisa-bisa kita kecelakaan saat mengelakan lobang,” katanya.

    Simatupang berharap pihak yang berwenang dalam hal ini Dinas PU Sumatera Utara dapat segera memperbaiki badan jalan yang sudah rusak parah, kerana sangat rawan terjadinya kecalakaan .

    “Menurut saya, sebaiknya pihak yang berwenang yakni Dinas PU Sumut, dapat segera melakukan perbaikan terhadap badan jalan yang rusak, sebelum menjelang ramainya arus lalulintas pada mudik natal dan tahun baru atau paling tidak melakukan penambalan lobang yang sangat berpotensi menyebabkan kecelakaan lalulintas,” harapnya.

    Hal senada juga dikatakan M Pasaribu seorang pengendara lainnya dan juga berharap pihak PU Sumut segera memperbaiki jalinsum yang bisa dikatakan salah satu jalan yang menghubungkan kota Sibolga dan Tapteng dengan kabupaten Tapsel, Padangsidempuan dan daerah lainnya sampai Sumatera Barat Padang.

    “Sangat disayangkan, Jalinsum ini sangat jarang mendapat perhatian dari Dinas PU Porvinsi Sumut, untuk melakukan perbaikan terhadap kerusakan badan jalan yang rusak. Parahnya, akibat kerusakan badan jalan yang cukup parah membuat jalinsum tersebut, sangat rawan kecelakaan, karena mobil angkutan yang melintas sering mengambil jalur kanan untuk mengelakan lubang yang terdapat di badan jalan, sementara pengendara sepedamotor sering terjebak di lobang, terutama pada saat musim penghujan,” jelasnya.

Kategori: berita Nasional

Tanggul Jebol di Desa Anggoli Seorang Warga Tewas Tertimpa

14 Desember 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Masyarakat, tim gabungan evakuasi yang terdiri dari TNI Polri dan Pemkab Tapteng berusaha mengeluarkan korban dari reruntuhan tanggul yang jebol

Masyarakat, tim gabungan evakuasi yang terdiri dari TNI Polri dan Pemkab Tapteng berusaha mengeluarkan korban dari reruntuhan tanggul yang jebol

Tanggul Jebol di Desa Anggoli Seorang Warga Tewas Tertimpa

AFWAN-TAPTENG

    Tanggul irigasi Aek Anggoli yang berada di lorong I Desa Anggoli Kecamatan Sibabangun kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) roboh, Jumat (12/12) kemarin pagi sekira pukul 10.30 WIB. Pada peristiwa itu, seorang warga yang sedang menjala ikan  Kirman Nasution (52) tewas di timpa reruntuhan tembok tanggul tersebut.

    Setelah diketahui warga bahwa korban tertimpa reruntuhan tanggul, dilakukan pencarian. Namun, hingga Sabtu (13/12) sore sekira pukul 18.00 WIB, tubuh warga Desa Anggoli tersebut, belum berhasil dievakuasi dari bawah reruntuhan, meskipun letaknya sudah diketahui. Tim gabungan dari Polsek Sibabangun, TNI Pinangsori, Pemkab Tapteng dan masyarakat terus berupaya mengeluarkan tubuh korban dari reruntuhan dengan mengunakan dua unit alat berat.

    Beberapa upaya dan langkah telah dilakukan tim gabungan yang dibantu masyarakat, melempar batu ke dalam air agar kering dan menyedot air mengunakan Alcon (mesin pengisap), namun proses evakuasi korban tak kunjung dapat dilakukan. Sehingga, tubuh korban masih tetap berada dibawah himpitan reruntuhan tembok tanggul yang besar dan berat.

    Informasi yang dihimpun METRO di lokasi kejadian Sabtu (13/12), mengatakan, saat itu korban bersama dua rekannya berada di lokasi tanggul mencari ikan. Korban yang berada dibawah tembok tanggul tidak menyadari, kalau tanggul yang dibangun tahun 2002 oleh Satuan Kerja Pengairan dan Irigasi Sumatera Utara (Satker PISU) Dinas Pengairan dan Irigasi Sumut itu, sudah tidak kokoh. Tembok bangunan sepertinya, tidak menyatu dengan bangunan utama tanggul (pintu irigasi), demikian dengan lantai dasar bangunan.

    Teman korban bermarga Zendrato yang berhasil dikonfirmasi mengatakan, ketika peristiwa naas itu terjadi, dirinya dan seorang teman korban lainnya Koak Situmeang, berpisah dengan korban guna mencari jala yang hilang. Berselang beberapa saat, tanggul irigasi  dekat mereka menjala ikan tiba-tiba runtuh.

    “Saat itu, kami tidak yakin korban tertimpa reruntuhan bangunan irigasi itu. Makanya, kami pun masih berusaha mencari Kirman Nasution,” katanya.

    Setelah korban tak kunjung ditemukan, keduanya pun berkenyakinan bahwa korban telah tertimpa reruntuhan bangunan irigasi, lalu mereka berdua memberitahukan kejadian tersebut, kepada warga sekitar.  

    Kapolres Tapteng Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Reynhard SP Silitonga yang dikonfirmasi METRO melalui Kapolsek Sibabangun AKP Syaiful mengaku, setelah mendapat informasi tentang musibah itu, dia bersama personilnya, langsung terjun kelapangan dan berkoordinasi dengan Pemkab Tapteng serta personil TNI AD dibantu masyarakat untuk melakukan upaya pencarian. Namun, medan yang sulit, sehingga membuat proses evakuasi terpaksa menunggu bantuan alat berat dari Pemkab Tapteng.

Bupati Berikan Semangat Kepada Keluarga Korban

    Sementara itu, Bupati Tapteng Tuani Lumbantobing didampingi Ketua DPD Partai Demokrat (PD) Sumut Palar Nainggolan dan Jonny Buyung Saragi di lokasi TKP mengaku, prihatin dengan kejadian tersebut apalagi sampai menelan korban jiwa.

    Menurut Tuani, kejadian itu merupakan musibah yang tidak terduga-duga, tragis namun tidak ada yang menginginkannya. Bupati berharap, segala bangunan yang rusak akan segera diajukan perbaikannya ke pusat maupun ke tingkat I (satu), secara bertahap, sehingga dapat kembali dimanfaatkan masyarakat khususnya Tapanuli Tengah (Tapteng).

    Masih di lokasi kejadian, Camat Sibabangun SP Sigalingging menegaskan, akibat runtuhnya irigasi Anggoli dapat dipastikan sekitar 800 an hektar lahan persawahan khususnya di Mombang Boru menjadi sawah tadah hujan.

    “Terlebih padi yang baru saja memasuki musim tanam, kemungkinan panen musim ini tidak mendapatkan hasil yang baik karena kekurangan air,” katanya.

    Untuk menanggulangi hal ini, pihak Kecamatan akan segera mengusulkan proses perbaikannya ketingkat atasan, sebab pembangunan irigasi ini yang dibangun pada tahun 2002 lalu, sepengetahuannya belum pernah mendapat perlakuan pemeliharaan dari intansi terkait. Terlebih, belakangan ini warga kerap mengeluh karena kontruksi irigasi mengalami keretakan di tiap sisi bangunan, sehingga debit air menurun dalam mengairi persawahan.

    Diharapkannnya, agar pengerjaan proyek kedepannya, baik itu dari APBN maupun APBD Tk I Sumut, agar berkoordinasi dengan aparat Kecamatan setempat sehingga langkah–langkah preventif (pencegahan) dalam  pemanfaatan pembangunan ke depan dapat berjalan dengan baik.

    Terkait peristiwa ini, istri korban Mannain br Sianipar (44) yang berada di lokasi kejadian tak kuasa menerima kejadian naas tersebut, hingga hilangnya nyawa suaminya. Harapannya, proses evakuasi jenazah suaminya cepat berhasil, agar jenazah korban segera disemanyamkan.

Kategori: berita Nasional

Rem Blok, Truk Pengangkut Beras Ringsek Tabrak Trotoar

9 Desember 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Rem Blok, Truk Pengangkut Beras Ringsek Tabrak Trotoar

AFWAN-SIBOLGA

    Karena rem blong truk pengangkut beras BK 9397 DJ seruduk truk BK 8118 yang berada di depannya, setelah itu menabrak trotoar di jalan turunan menuju kota Sibolga dari Tarutung, yakni di jalan DI Panjaitan Sibolga Julu kecamatan Sibolga Utara, Senin (8/12) pagi sekira pukul 09.00WIB.

    Akibat Kecelakaan lalulintas (lakalantas) tersebut, kepala truk yang remnya blong mengalami ringsek, dan kernet truk bernama P Purba (25) Warga kecamatan Sibabangun kabupaten Tapteng mengalami luka serius di tangan dan kaki, karena melompat dari atas truk sebelum menabrak truk yang ada di depannya.

    Menurut informasi yang dihimpun METRO di lokasi kejadian lakalantas mengatakan, dari arah Medan datang sebuah truk BK 9397 DJ menuju kota Sibolga. Pada saat melintas di jalan DI Panjaitan kota Sibolga, tepatnya di daerah yang biasa disebut warga ambacangan, tiba-tiba rem truk yang dikemudikan H Pandiangan (35) warga Desa Bonan Dolok kecamatan Sitahuis kabupaten Tapteng menyeruduk truk BK 8118 yang dikemudikan M Hutabarat (40) berada tepat di depannya dan selanjutnya menbarak trotoar, sehingga truk berhenti dengan sendirinya.

    Meskipun kondisi kepala truk yang dikemudikan Pandiangan menabrak truk dan trotoar di jalan DI Panjaitan hingga ringsek, namun H Pandiangan selaku supir tidak ada mengalami luka, tetapi P Purba selaku kernet mengalami luka serius di tangan dan kaki, karena melompat dari atas truk sebelum truk yang ditompanginya menabarak truk yang ada di depan mereka.

    Akibat luka yang dideritanya, P Purba dilarikan ke RSU FL Tobing Sibolga di rawat intensif di Rumah sakit milik Pemko Sibolga tersebut. Sementara, truk yang ringsek sampai malam masih berada di jalan DI Panjaitan untuk menunggu mobil Derek yang didatangkan dari kota Medan.

    Kecelakaan lalulintas tersebut, sempat membuat jalan DI Panjaitan yang cukup sempit menjadi macet, karena beras yang diangkut truk naas tersebut, terpaksa dipindahkan ke truk yang didatangkan pengusaha truk, sehingga hampir seluruh badan jalan termakan. Namun, kemacetan dapat segera diatasi oleh pihak polisi lalulintas dari Polresta Sibolga yang langsung ke lokasi kejadian.

    Kapolresta Sibolga AKBP M Marbun BA yang dikonfirmasi METRO melalui Kasat Lantasnya AKP A Sinurat di kantornya membenarkan adanya kejadian naas tersebut, dimana akibat rem blong satu truk pengangkut beras seruduk truk lainnya dan trotoar di jalan DI Panjaitan kota Sibolga.

    “Kedua belah pihak pengusaha truk telah berdamai, dimana pihak yang menabrak setuju untuk memperbaiki kerusakan yang dialami truk yang ditabrak. Selain itu, juga tidak ada korban jiwa, sehingga kita tidak perlu menahan truk, karena pihak pengusaha truk yang ringsek terpaksa mendatangkan mobil Derek dari Medan,” kata Kasat Lantas.

    Pada kesempatan itu, AKP A Sinurat selaku Kasat Lantas Polresta Sibolga kepada METRO mengatakan imbauannya kepada kepada para pemilik truk angkutan dan kendaraan lainnya agar mencek kondisi kendaraan sebelum digunakan.

    “Supaya kejadian serupa tidak terulang kembali, dimana akibat rem blong truk menabarak truk lainnya dan trotoar. Kami imbau kepada pemilik kendaraan atau pengemudi truk dan kendaraan lainnya, agar terlebih dahulu mencek kondisi kendaraan yang akan digunakan dan kalau memang tidak aman untuk digunakan, jangan digunakan,” imbaunya.

    H Pandiangan selaku supir truk yang ringsek saat di jumpaui METRO di kantor Lantas Polresta Sibolga membantah bahwa kecelakaan akibat rem truk yang digunakannnya blong. “Rem truk yang saya gunakan bukan blong, tetapi kurang main, sehingga tidak terkendali, ditambah kondisi jalan turunan,” ujarnya.

Kategori: berita Nasional

Grand Final Pemilihan Ogek dan Uning Kota Sibolga

9 Desember 2008 · & Komentar

Ogek dan Uning kota Sibolga Terpilih pada Grand Final

Ogek dan Uning kota Sibolga Terpilih pada Grand Final

Dedi Ricardo Sihombing dan Fitrina Telambanua Ogek dan Uning Kota Sibolga

Menjadi Duta Pariwisata Kota Sibolga Untuk Satu Tahun Kedepan

AFWAN-SIBOLGA

    Setelah melalui tahapan demi tahapan pada proses pemilihan Ogek dan Uning kota Sibolga Duta Pariwisata kota Sibolga tahun 2008-2009. Akhirnya keluar dua finalis yang berhak menyandang predikat ogek kota Sibolga yakni Dedi Ricardo Sihombing warga jalan Tapian kelurahan Hutatonga-tonga kecamatan Sibolga Utara, Sibolga dengan meraih nilai 412.

    Dan yang berhak menyandang uning Fitrina Telambanua warga jalan Bahagia kelurahan Pasar Baru kecamatan Sibolga kota, Sibolga dengan meraih nilai 414, setelah menyisihkan sembilan pasang finalis lainnya pada grand final pemilihan ogek dan uning duta pariwisata kota Sibolga tahun 2008 di Aula Topaz Hotel Wisata Indah (WI) Sibolga, Sabtu (6/12) malam.

    Selain itu, juga terpilih lima pasang finalis lainnya sebagai juara II sampai juara harapan III pada grand final pemilihan ogek dan uning kota Sibolga duta pariwisata kota Sibolga tahun 2008, yakni Dian Akbar dan Meilisa Siringo-ringo sebagai juara II, Riky Hardinanto Sihombing dan Devi Mentari sebagai juara III, Tommy Em Christian dan Lefi Ramadhani sebagai harapan I, Fadly Novandi dan Arlita Hapsari Siregar sebagai harapan II serta Wilbert Manurung dan Badry Oktaria sebagai haparan III.

    Menurut amatan METRO pada grand final pemilihan ogek d an uning ini, para finalis membawa supporter yang selalu mengelu-eluka nama mereka, sehingga ruangan aula hotel WI yang selalu digunakan dalam pengadaan sejumlah even, terdengar suara para supporter finalis mengalahkan suara hujan yang turun cukup deras pada malam grand final pemilihan ogek dan uning kota Sibolga tahun 2008 tersebut.

    Terpilihnya keenam pasang finalis ogek dan uning kota Sibolga tersebut, atas kesepakatan dewan juri yang terdiri dari Drs Raja Djakfar Hutagalung dari Forum komunikasi agama dan lembaga adat (Forkala), Ny Edi Johan Lubis dari TP PKK kota Sibolga, Aprina Sinaga dari Disbudparpora Sibolga, Lazmi Kartika Hutagalung dari Modeling dan Hermanto Hutabarat dari Dewan Kesenian kota Sibolga.

    “Pengembangan wisata di kota Sibolga baik wisata pantai di teluk Tapian nauli dan perbukitan yang seolah-olah melindungi kota Sibolga, serta pulau-pulau menarik yang berada di perairan teluk, perlu dikembangkan, dilestarikan, dan dipromosikan,” kata Walikota Sibolga dalam sambutannya pada grand final pemilihan ogek dan uning Sibolga duta Pariwisata kota Sibolga tahun 2008 di Aula Topaz Hotel WI Sibolga.

    Menurutnya, Kota Sibolga yang dikenal sebagai negeri berbilang kaum, kota perekat umat beragama dan masyarakatnya sopan dan santun kepada setiap orang, perlu dipertahankan dan ditumbuh kembangkan dengan jiwa dan semangat kebudayaan khususnya remaja yang di era globalisasi ini mudah terpengaruh budaya asing seperti pergaulan bebas, hidup hura-hura dan lainnya.

    “Adik-adik yang telah masuk ke dalam acara grand final ini telah berusaha semaksimal mungkin untuk mempersiapkan diri, baik dari ilmu pengetahuan, wawasan serta kemampuan dalam berakting untuk menjadi yang terbaik. Namun yang terpilih menjadi Duta pariwisata kota Sibolga nantinya jangan cepat berpuas diri dan sombong, sebab para ogek dan uning ini akan menjadi duta pariwisata kota Sibolga kepada masyarakat kota Sibolga serta membawa misi ke luar daerah, sehingga haru terus mempersiapkan diri untuk mempromosikan kota Sibolga” harapnya.

    Sebelumnya, dalam laporan ketua panitia Marudut Situmorang AP MSP selaku Kadis Budparpora kota Sibolga mengatakan, pemilihan ogek dan uning duta pariwisata kota Sibolga merupakan ajang memilih putra-putri terbaik kota Sibolga untuk dibina dibidang seni, budaya dan adat istiadat guna mempromosikan pariwisata kota Sibolga.

    “Ke 12 orang pemenang ini akan dibina dan dibekali dengan pengetahuan seni, budaya dan kepariwisataan dalam sanggar seni binaan Dinas Budparpora guna disiapkan dalam menghadapi berbagai even baik ditingkat daerah maupun tingkat nasional,” ujarnya.

    Pada kesempatan itu, pantia juga memaparkan beberapa prestasi yang pernah diraih oleh ogek dan uning kota Sibolga tahun 2007 lalu, antara lain peringkat I berbakat pada lomba bintang film Indonesia kategori remaja atas nama Trifonis Situmorang, juara bintang radio RRI tahun 2008 se-kota Sibolga atas nama Aidil Fajrin, peringkat I nasyid se-kota Sibolga dan mewakili kota Sibolga pada festival nasyid se-Sumut atas nama ogek tahun 2007.

    Peringkat II vocal group ramadhan fair atas nama ogek kota Sibolga di pantai ujung Sibolga pada tahun 2008, peringkat III A Mild Wanted Festival dan peringkat II festival band remaja, masuk sepuluh besar kontes putrid Danau Toba atas nama trifonia Situmorang dan yulia Simamora, peringkat 50 besar kontes KDI tahun 2008 atas nama Aidil Fajrin dan pasukan paskibra tingkat provinsi atas nama Jefri Adi Rifata.

 

Kategori: berita Nasional

Guru Cabul Ditangkap Di Depan Kantor Kacabdis Pandan

23 November 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Tersangka Guru Cabul Saat Diperiksa Polisi

Tersangka Guru Cabul Saat Diperiksa Polisi

Seputar Guru SD Paksa Murid Oral Seks

Guru Cabul Ditangkap Di Depan Kantor Kacabdis Pandan

AFWAN-TAPTENG

    Tersangka ERP (27) selaku guru wali kelas yang memaksa muridnya memegang kelaminnya dan melakukan oral seks yang mengajar di Sekolah Negeri 152987 Desa Sipan akhirnya ditangkap aparat kepolisian dari Polsek Pandan. ERP yang merupakan warga Perumnas Mandala kota Medan dan tinggal kos di jalan Kartini kecamatan Pandan kabupaten Tapteng ini ditangkap di depan kantor Kacabdis Pendidikan Pemkab Tapteng Selasa (18/11) siang sekira pukul 12.00WIB.

    Kapolres Tapteng AKBP Drs Reynhard SP Silitonga SH melalui Kapolsek Pandan AKP Kamdani yang dikonfirmasi METRO melalui telepon selularnya membenarkan penangkapan sang guru yang telah tega memaksa muridnya memegang kemaluannya serta melakukan oral seks yang disaksikan oleh teman satu kelasnya.

    ”Tersangka ERP berhasil kita tangkap, Selasa (18/11) pada pukul 12:00 WIB disekitar lokasi kantor Kacabdis Pendidikan Pandan kabupaten Tapteng di jalan DI Panjaitan kota Pandan. Dan saat penangkapan tersangka tidak ada melakukan perlawanan dan selanjutnya kita proses dikantor,” katanya.

    Dijelaskan, sesuai hasil pemeriksaan dan pengakuan tersangka Erwin Ronaldo Panjaitan di hadapan Juru Periksa Z Pohan, tersangka mengaku telah 15 kali menyuruh muridnya memegang kemaluannya dan satu kali diantaranya melakukan oral sex. Awal kejadian terjadi pada bulan September 2007 lalu hingga terakhir pada tanggal 8 Nopember 2008 lalu, di mana setiap perbuatan tersangka, selalu dilakukan pada waktu proses belajar mengajar antara pukul 9 hingga pukul 10:30 WIB di ruang kelas.

    “Tersangka ERP adalah warga Perumnas Mandala Medan, namun sejak tersangka diangkat menjadi guru ditugaskan mengajar disekolah SDN Sipan sejak tahun 2005 dan tinggal kos di salah satu rumah di jalan Kartini Pandan Tapteng,” katanya.

    Lanjut dikatakan Kamdani, Setelah dilakukan Visum terhadap korban di RSUD Pandan, hasilnya menunjukkan bahwa pada kemaluan korban Bunga sudah koyak. Karena selain menyuruh muridnya memegang kemaluannya dan oral seks, tersangka juga telah memasukkan jemarinya kedalam kemaluan korban.

    “Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya tersangka ditahan serta dijerat pasal 82 undang–undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara dan KUHP pasal 290 tentang tidak pidana pencabulan,” ujarnya.

    Dalam pengakuan tersangka di hadapan aparat kepolisian bahwa perlakuan dengan memaksa si murid memegang kemaluannya sebanyak 15 kali bukan hanya sebanyak 5 kali seperti yang dikatakan si korban dan Cuma satu diantara dimasukan kedalam mulut korban yakni di kantor kepala sekolah pada saat para guru dan murid-murid SD negeri 152987 Desa Sipan sedang melakukan gotong royong.

    Seingat tersangka, pemaksaan untuk memegang kemaluannya tersebut, pertama kali dilakukannnya pada bulan September tahun 2007 lalu di dalam ruang kelas empat sekira pukul 09.00WIB pada waktu mata pelajaran berlangsung, dimana pada waktu itu korban masih duduk di bangku kelas empat dengan wali kelas tersangka. Dan ternyata, bukan hanya disuruh memegang kemaluannya, tersangka juga menggosok-gosok dan memegang kemaluan korban dengan jari hingga ke dalam lobang vagina korban.

     Niat untuk mencabuli korban dan memaksa untuk memegang kemaluannya, diakui tersangka timbul dengan sendirinya setelah melihat korban duduk di bangku paling depan dan terlihat dari balik rok korban celana dalam yang dikenankannya. Karena nafsu birahi tersangka naik, lalu memanggil korban maju kedepan dan menyuruh jongkok di bawah meja serta dipaksa memegang kemaluannya juga tersangka memegang kemaluan korban dengan jarinya.

    Aksi ini tidak hanya terjadi sekali, namun perlakuan tersebut, kembali terjadi pada awal bulan Oktober 2007, yakni empat belas hari setelah melakukan yang pertama. Selanjutnya, dilakukan kembali pada enam hari kemudian masih di bulan Oktober 2007, kemudian delapan hari setelah itu masih dalam bulan Oktober 2007, sehingga dalam bulan Oktober perlakuan yang sama dilakukan sebanyak tiga kali dengan tempat yang sama di ruang kelas empat dan waktu mata pelajaran sedang berlangsung serta disaksikan semua murid kelas yang berjumlah 14 orang.

    Karena perbuatannya tidak pernah diberitahu dan diketahui oleh orang tua murid, sang guru semakin menjadi-jadi dan meneruskan perbuataannya yang terjadi pada bulan Desember 2007 lalu masih pada tempat dan jam yang sama. Dan di bulan Desember ini perbuatan itu terjadi sebanyak dua kali namun tersangka mengaku lupa tanggal dan harinya.

    Selanjutnya hal yang sama dilakukan kembali pada bulan Januari, Februari, April, Mei, Juni, Juli, Agustus, Oktober dan terakhir pada tanggal 2 Nopember tahun 2008 ini. Dan perlakuan oral seks yang dilakukan tersangka terhadap pelaku terjadi pada 15 Agustus 2008 lalu, dimana pada saat itu para guru-guru dan murid-murid sedang melaksanakan gotong royong, sementara korban disuruh oral seks yang terlebih dahulu mengelabui korban dengan suruhan membersihkan kantor kepala sekolah.

Guru SD Negeri Sipan Mengecam Perbuatan Teman Sepropesinya       

    Sementara, L Br Tumeang (48) salah seorang Guru yang juga mengajar di SDN Sipan sebagai wali kelas empat, saat ditemui METRO dikediamannya mengaku, tidak terima dengan perlakuan cabul sang guru yang sudah tega mengajarkan hal yang tidak baik terhadap muridnya tersebut.

    ”Seharusnya oknum guru ini, dipecat dari jabatannya dan dihukum dengan seberat-beratnya, karena perbuatannya mencorong citra dunia pendidikan, khususnya bagi kami pahlawan tanpa tanda jasa ini,” katanya.

    Dijelaskannya, sejak tersangka mengajar di sekolah SDN Sipan ini sejak tahun 2005 lalu, sudah sering melakukan kekerasan kepada para siswa dengan cara memukul para murid dengan memakai rol panjang, dan kelakuan itu dilakukannya tanpa ada sebab, dimana waktu belajar belum berlangsung sementara sudah memukuli para murid.

    ”Perlakukan guru bejat ini telah mendapat tegoran dari bapak J Samosir selaku Kepala sekolah SDN Sipan, namun tidak pernah diindahkannya dan bahkan perlakuan tersebut, menjadi–jadi,” ujar Br Tumeang yang mengaku sudah 23 tahun mengajar di sekolah SDN Sipan.

    Dikatakan br Situmeang, beberapa bulan salah seorang guru wali kelas enam bernama S Sianturi pernah melihat korban sedang jongkok di bawah meja tepat didekat sang guru, namun saat dipertanyakan terhadap guru yang bersangkutan bahwa tindakan tersebut dilakukan karena korban sedang dihukum.

    Para guru–guru SDN Sipan sangat mengharapkan kepada penegak hukum agar memberikan, hukuman yang seberat-beratnya. Dan meminta agar Bupati Tapteng memecat tersangka sebagai guru, karena sudah mencemari dunia pendidikan, apalagi pada tanggal 25 Nopember 2008 nanti akan diperingati hari guru Nasional.

    ”Namun yang sangat disayangkan dari 14 orang jumlah murid yang berada dalam satu kelas tersebut, tidak ada satupun murid-murid yang melihat kejadian itu memberitahukan kejadian yang sudah berlangsung cukup lama ini kepada kami selaku guru,” katanya sembari menambahkan jumlah seluruh siswa di sekolah itu sebanyak 102 orang terdapat 7 orang guru ternasuk Kepala sekolah.

           

Kategori: berita Nasional