Afwannst’s Weblog

Entries categorized as ‘Berita Tapteng’

Bocah 2 Tahun Dibunuh Paman Sendiri

16 Oktober 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

Paman Yang Tega Membunuh Keponakan Sendiri

Paman Yang Tega Membunuh Keponakan Sendiri

Bocah 2 Tahun Dibunuh Paman Sendiri

Pelaku Diduga Alami Gangguan Jiwa

TAPTENG-Saat berlangsungnya perayaan HUT kemerdekaan RI ke-64, Rizky Ueen (2) anak dari Maya Rumanti br Hutagalung (25) ditemukan tewas di dalam kamar tidur secara menggenaskan dengan kondisi luka memar di bagian wajah dan dahi.

Kejadian itu diketahui, setelah nenek korban, Rina br Hutabarat (46) pulang dari kebun yang tak jauh dari kediamannya tepat di Dusun Lapan Lombu Kelurahan Nauli, Kecamatan Sitahuis, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Senin (17/8) sekira pukul 18.00 WIB.

            Polisi yang mendapatkan informasi tersebut melalui aparat desa dan kecamatan, langsung mengamankan pelaku, yang tak lain paman korban sendiri Andi Hutagalung  (23) yang tinggal bersama korban di rumah tersebut.

Menurut informasi yang diperoleh dari pihak kepolisian mengatakan, awalnya, saat nenek korban tiba di rumah tersebut, korban terlihat berselimut layaknya seseorang tertidur lelap. Namun, ketika hendak dibangunkan, ternyata Rizky Ueen sudah tak bernyawa lagi. Ketika itu, paman korban masih berada di dalam kamar dengan gelagat seperti kesehariannya, kerap termenung memandang kosong ke arah luar jendela kamar tersebut.

Melihat cucunya telah terbujur kaku, Ibu pelaku pun langsung berteriak, hingga mengundang perhatian warga sekitar. Kemudian, jiran tetangga bersama aparat desa dan kecamatan setempat, melaporkan kejadian itu kepada kepolisian Pos Sitahuis dan selanjutnya tersangka dibawa ke Polsek Pandan guna pemeriksaan lebih lanjut.

Namun, akibat pelaku Andi Hutagalung kuat dugaan mengalami gangguan jiwa kendati belum dipastikan oleh pemeriksaan tim medis, sehingga pihak kepolisian sangat kesulitan untuk mengintrogasi pelaku.

Selain itu, saat kejadian di dalam rumah tersebut hanya ada korban dan pelaku, tidak ada saksi lain dalam kasus tersebut. Belakangan, ibu Rizky Ueen, Maya Rumanti br Hutagalung yang juga kakak kandung pelaku diketahui sedang bekerja di salah satu pabrik di Kota Batam.

Di rumah duka, Selasa (18/8) ibu korban Maya Rumanti tampak tak kuasa menerima musibah, hingga hilangnya nyawa anaknya tersebut. Ia mengaku bahwa adiknya tersebut, memang telah lama mengalami gangguan jiwa, sehingga tak dapat diajak komunikasi atau hal lainnya.

Kapolsek Pandan, AKP Khamdani yang dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian, bahwa Rizky Ueen telah dibunuh secara keji oleh pamannya sendiri Andi Hutagalung. Ia juga membenarkan bahwa pelaku diduga kuat mengalami gangguan jiwa, sebab sangat sulit diajak komunikasi.

“Meski demikian, dari hasil penyidikan sementara polisi dan olah TKP pelaku diduga kuat menghabisi nyawa korban dengan cara membenturkan kepala korban ke dinding kamar. Hal itu, dibuktikan dengan adanya bercak darah dibagian dinding kamar. Dan kita menduga pelaku mengalami stres berat, sehingga ketika pelaku melihat Rizky dan langsung dihabisi, seperti menghadapi musuhnya,” tuturnya.

Namun, sejauh ini polisi masih melakukan penyidikan dan pengembangan atas kasus ini, apakah pelaku benar-benar mengalami gangguan jiwa atau tidak. (afn)

 

 

Kategori: Berita Tapteng

Seputar Dugaan Korupsi Mantan Kabag Humas Tapteng

1 Februari 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

Seputar Dugaan Korupsi oknum Drs JM Mantan Kabag Humas Tapteng
Tim Kejari Sibolga : Menunggu Audit BPK
AFWAN-TAPTENG

    Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sibolga H Chairuddin Sipahutar, SH melalui Ketua Tim Kejari Sibolga Futin Helena Laoly, SH menyatakan, kasus dugaan korupsi oknum Drs. JM mantan Kabag Humas Pemkab Tapteng sampai saat ini masih tahaban penyidikan (DIK) oknum Drs. JM masih diperiksa, dan kejaksaan masih menunggu audit Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK), baru dilakukan ekspos.

    “Kasus itu sudah di tingkat penyidikan (DIK) dan oknum Drs. JM masih di proses setelah pemeriksaannya lengkap masih menunggu audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dilanjutkan dengan ekspos, kita akan memeriksa oknum Drs. JM secepat mungkin,” Ujar Futin Helena Laoly, SH, Kamis (29/1) di ruang kerjanya.

    Menurut Futin Helena Laoly, SH yang menjabat sebagai Kasi Perdatun Kejari Sibolga ini, dari lima item anggaran dana yang ada di Pos Humas Sekretariat Pemkab Tapteng sebesar Rp. 505.000.000, tersebut, antara lain, Diklat Pers sebesar Rp120.000.000, Temu Pers Rp130.000.000, operational perpustakaan keliling Rp155.000.000, Pemberitaan Humas dengan RRI dan BMG Rp25.000.000, serta majalah Pemkab Tapteng Rp75.000.000, dengan total sebesar Rp.505. Juta, dan indikasi kerugian Negaranya ditaksir sebesar Rp. 200.000.000, Jelasnya.

    Lebih lanjut diterangkan Futin, setelah tahaban pemeriksaan, Kejaksaan Negeri Sibolga masih akan menunggu audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan sesudahnya kasus tersebut baru di ekspos.

    Seperti yang pernah disebutkan Futin Helena Laoly, SH, Rabu (10/12) tahun lalu, Tim kejari Sibolga sedikit agak lambat pada proses pemeriksaan oknum Drs. JM pasalnya tersangka terlalu banyak membuat alasan pada saat akan diperiksa.

    Penjelasan Ketua Tim Futin Helena Laoly, SH, rabu (10/12) lalu semenjak kasus tersebut ditanganinya sudah duakali pemeriksaan dilakukan terhadap oknum Drs. JM pemeriksaan pertama tanggal 23 September 2008 dan pemeriksaan kedua tanggal 26 Nopember 2008.

    Hasil pemeriksaan kedua dari 26 pertanyaan diajukan menyangkut dugaan penggelapan dana Diklat  wartawan, perpustakaan keliling, penerangan film Tapanuli growth, serta majalah Pemkab Tapteng dan proposal wartawan. Dimana pada pemeriksaan pertama sebanyak 12 pertanyaan dan kedua 13 pertanyaan. Untuk dapat mengangkat kasus ini ke proses selanjutnya, kita perlu melakukan pemeriksaan dua kali lagi, dan hal itu  sudah cukup,” ujarnya.

    Sekedar mengingatkan, sesuai laporan LSM dugaan korupsi oknum Drs. JM sebesar Rp. 1,8 Miliar yang ada di Pos Humas tahun anggaran 2005.

 

Kategori: Berita Tapteng

PMI Tapteng Kampanyekan Avian Influenza di Kolang

19 Desember 2008 · 1 Komentar

Tim relawan PMI Cab Tapteng Kampanyekan bahaya Avian Influenza di Kec Kolang

Tim relawan PMI Cab Tapteng Kampanyekan bahaya Avian Influenza di Kec Kolang

PMI Tapteng Kampanyekan Avian Influenza di Kolang

AFWAN-TAPTENG

    Agar masyarakat mendapatkan informasi tentang bahaya dan cara penanggulangan penyakit Avian Influenza (Flu burung) dengan benar. Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Tapanuli Tengah (Tapteng) kembali melaksanakan kegiatan kampanye Avian Influenza yang dilaksanakan di kecamatan Kolang, mulai 02 sampai 19 Desember 2008.

    Demikian dikatakan Dr Sri Indra Susilo selaku ketua Tim Satgas kampanye Avian Influenza (flu burung) didampingi wakilnya Tommi Z Sinaga kepada METRO di Pandan, Kamis (18/12).

    Dijelaskannya, kampanye Avian Influenza (Flu burung) di kecamatan kolang merupakan program PMI Caerah Sumatera Utara yang bekerjasama dengan Red Cross dan kabupaten Tapteng. Dimana kegiatan Avian Influenza (Flu burung) dilaksanakan kecamatan Kolang yang berjarak 36 Km dari ibu kota kecamatan dengan waktu tempuh 1,5 jam.

    “Namun, pelaksanaan kampanye Avian Influenza tidak terlepas dari kerja keras para pasilitator yang sudah terlatih, guna mendapatkan audensi masyarakat yang terdiri dari pedagang telur, pedagang unggas, konsumen di Pasar, ibu rumah tangga, anak sekolah dan peternakan,” katanya.

    Wilayah kecamatan Kolang yang didatangi tim satgas dalam mengkampanyekan bahaya dan penanggulangan Avian Influenza terdiri dari Desa Untemungkur I sampai IV, Desa Satahi Nauli, Kelurahan PO Hurlang, Desa Kolang Nauli, Desa Hurlang Muara Nauli, Sipakpahi Aek Lobu, Desa Hudopa Nauli, Desa Makarti Nauli, Desa Rawa Makmur, Pasar Tradisional Kolang, SMA N 1 Kolang, SMP N 1 Kolang, SDN 156305 dan SDN 155682.

    “Sebenarnya tujuan utama program Avian Influenza untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat khususnya peternak dan pedagang unggas serta kelompok resiko tinggi lainnya, yang dilaksanakan 28 fasilitator dan 4 satgas AI PMI Tapteng. Selain itu, kegiatan kampanye juga untuk mendorong keterlibatan masyarakat dalam pencegahan penularan penyakit Avian Influenza,” jelasnya.

    Disebutkannya, dana yang digunakan dalam kampanye Avian Influenza sebesar Rp14.705.000, yang meliputi kegiatan pemutaran film tanggap flu burung, talk show tanggap flu burung di radio Swara Jupti Indah serta kegiatan kampanye relawan PMI Tapteng dalam mensosialisakan bahaya dan penanggulangan Avian Influenza dan audensi kepada komunitas, kegiatan sekolah, pasar tradisional.

    “Selain talk show tanggap flu burung yang disiarkan melalui radio Swara Indah sebanyak dua kali, pada Senin (22/12) mendatang sekira pukul 20.00WIB, akan dilaksanakan pemutaran film tanggap flu burung di pasar tradisional PO Hurlang kecamatan Kolang. Dan kami harapkan kepada masyarakat Kolang agar dapat menerima dengan relawan PMI Tapteng yang melaksanakan kampanye tanggap flu burung, karena tugas kami dari PMI demi menjaga kesehatan masyarakat dan mewaspadai akan bahaya Avian Influenaza (flu burung),” harapnya.

    Adapun, sedikit paparan tentang kampanye Avian Influenza adalah menganjurkan kepada masyarakat supaya berperilaku hidup bersih dan sehat dengan mencuci tangan dengan sabun antiseftif sehabis beraktifitas dengan unggas. Memelihara unggas dan membersihkan kandang unggas dari kotoran, dan bila ada ayam yang mati skala besar maupun kecil agar jangn menyentuh langsung unggas tetapi segera melaporkan kepada aparat kelurahan untuk dilaporkan kepada Dinas terkait serta tidak memakan telur unggas yang mentah.

Kategori: Berita Tapteng

Ibu Rumah Tangga Tewas Gantung Diri di Desa Maninggir

19 Desember 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Jenazah ibu rumah tangga yang gantung diri saat disemayamkan di rumahnya

Jenazah ibu rumah tangga yang gantung diri saat disemayamkan di rumahnya

Ibu Rumah Tangga Tewas Gantung Diri di Desa Maninggir

AFWAN-TAPTENG

    Seorang ibu rumah tangga bernama Ramintauli br Hutagalung (68) warga Desa Simaninggir kecamatan Sitahuis kabupaten Tapteng, ditemukan anaknya dan warga tewas gantung diri di sebuah pohon ketapang di kebun milik mereka di kecamatan Sitahuis kabupaten Tapteng, Selasa (16/12) pagi kemarin, sekira pukul 07.00WIB.

    Ditempat ditemukannya korban gantung diri dan tubuh korban tidak ada ditemukan adanya bekas kekerasan. Selain itu, pihak keluarga tidak mengetahui penyebab yang membuat korban tega menghabisi nyawanya sendiri dengan cara gantung diri. Sementara itu, pihak kepolisian juga tidak mengetahuis persis penyebab korban gantung diri karena keluarga korban yang terlalu tertutup.

    Menurut informasi yang dihimpun METRO mengatakan, sebelum korban ditemukan tewas gantung diri di sebuah pohon ketapang yang terdapat di lokasi kebun mereka. Tepatnya satu hari sebelum korban ditemukan tergantung di sebuha pohon ketapang, korban melarikan diri dari rumah dan keesokannya ditemukan anak korban dan warga sudah tewas dengan posisi tergantung di pohon ketapang.

    Awalnya, Senin (15/12) kemarin, sekira pukul 14.00WIB, karena ada suatu permasalahan di keluarga korban, korban minggat dari rumah mereka. Sampai larut malam korban yang mempunyai anak delapan tidak kunjung pulang ke rumah. Akhirnya keluarga korban melakukan pencarian terhadap korba bersama warga di sekitar rumah korban.

    Meskipun telah dilakukan pencarian korban sampai tiba waktu pagi, namun korban tidak kunjung ditemukan oleh pihak keluarga dan warga sekitar rumahnya yang melakukan pencarian. Tetapi di pagi Selasa (16/12), pihak keluarga yang melakukan pencarian terhadap korban akhirnya menemukan korban tewas tergantung di sebuah pohon dengan menggunakan kain panjang.

    Selanjutnya, korban diturunkan dan dibawa ke kediaman keluarga korban, lalu pihak keluarga melaporkan kejadian tersebut, ke pihak aparat Desa dan selanjutnya aparat Desa melaporkan ke pihak kepolisian Polres Tapetng di Pos kecamatan Sitahuis dan akhirnya melaporkan kejadian tersebut, kepada Polsek Pandan.

    Kapolres Tapteng AKBP Drs Reynhard SP Silitonga SH yang dikonfirmasi METRO melalui Kapolsek Pandan AKP Kamdani SAg di ruang kerjanya, Rabu (17/12), membenarkan adanya gantung diri yang terjadi di Desa Simaninggir yang dilakukan oleh seorang ibu rumah tangga yang memiliki delapan orang anak.

    “Setelah mendapat laporan dari Pos Polisi di kecamatan Sitahuis, kita langsung turun ke lokasi kediaman korban dan selanjutnya dilakukan oleh TKP. Dari korban ditemukan sebuah kain panjang yang digunakan untuk menjerat lehernya sendiri yang digantungkan ke pohon ketapang dan sebilah parang,” katanya.

    Dikatakannya, pada saat pihaknya meminta izin kepada keluarga korban untuk dapat dilakukan otopsi terhadap korban, keluarga korban sepakat tidak akan menuntut siapapun dalam peristiwa tersebut, asal orang tua mereka jang diotopsi. Dan pernyataan tidak setuju dilakukan otopsi terhadap jenazah korban, dibubuhkan dalam surat pernyataan yang ditulis bermaterai 6000.

    “Karena tidak ada ditemukan tanda kekerasan ditempat korban ditemukan tewas tergantung dan ditubuh korban, maka hasil pemeriksaan sementara korban tewas murni karena bunuh diri dengan cara gantung diri di sebuah pohon ketapang,” jelasnya.

    Sementara itu, keluarga korban yang coba dikonfirmasi sejumlah wartawan di kediaman mereka, tidak bersedia memberikan penyataan mereka mengenai penyebab si korban gantung diri. Sehingga sampai saat ini penyebab korban tega menghabisi nyawa sendiri dengan gantung tidak diketahui.

Kategori: Berita Tapteng

Salah Injak Gas, Daihatsu Feroza Masuk Rawa

14 Desember 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Mobil Daihatsu Feroza Yang Masuk Rawa Karena Tidak Terkendali

Mobil Daihatsu Feroza Yang Masuk Rawa Karena Tidak Terkendali

Salah Injak Gas, Daihatsu Feroza Masuk Rawa

AFWAN-TAPTENG

    Karena buru-buru menuju Desa Anggoli tempat kejadian tanggul Irigasi Aek Anggoli yang rubuh. Mobil Daihatsu Feroza BK 1811 DN yang dikemudikan seorang warga Pandan bermarga Sihite (35an) dan juga merupakan salah seorang operator alat berat yang hendak mengepakuasi warga yang menjadi korban himpitan reruntuhan tanggul, masuk rawa di pinggir Jalinsum Sibolga-Padangsidempuan Km 24 Desa Prancis kacamatan Badiri kabupaten Tapteng, Sabtu (13/12) sore sekira pukul 17.00WIB.

    Menurut informasi yang dihimpun METRO di tempat kejadian mengatakan, mobil yang dikemudikan Sihite tidak terkendali saat melintasi jalan tikungan, dan masuk rawa-rawa yang berada persis di pinggir Jalinsum Sibolga-Padangsidempuan. Namun, akibat kecelakaan tersebut, tidak ada korban jiwa dan tidak ada mengalami luka.

    Sihite selaku supir mobil naas tersebut, saat dijumpai METRO mengatakan, mengalami naas tersebut, akibat salah pijak rem yang akhirnya terpijak gas, sehingga mobil yang dikemudikannya masuk ke dalam rawa-rawa yang berada di pinggir Jalinsum Sibolga-Padangsidempuan.

    “Saat saya berada di rumah, tiba-tiba uda saya menelpon dan menyuruh saya untuk segera datang ke Desa Anggoli untuk mengemudikan alat berat untuk mengepakuasi warga yang tewas tertimpa tangguk yang jebol. Pada saat itu sempat saya berkata mau naik apa ke Desa tersebut, sementara mobil baru masuk bengkel,” tuturnya.

    Namun, uda Sihite tetap memaksa dan menyuruhnya untuk menggunakan mobil yang masuk bengkel tersebut, dan ia berangkat menuju Desa Anggoli kecamatan Sibabangun tempat kejadian.

    “Pada waktu di jalan tikungan di Km 24 Desa Prancis kecamatan Badiri kabupaten Tapteng, dari arah Sidempuan datang mobil pribadi. Saya sempat kepergok dan berusaha menghindar, begitu juga dengan mobil yang berlawanan arah. Saat saya hendak pijak rem, malah yang terpijak gas mobil, sehingga mobil tidak terkendali dan masuk rawa-rawa itu,” jelasnya.

    Setelah sadar, mobil yang dikemudikannya masuk ke dalam rawa-rawa, awalnya Sihite hendak menenangkan pikiran sejenak di dalam mobil. Namun, dilihatnya, lama kelamaan mobil naas tersebut, semakin masuk ke dalam rawa, sehingga ia berusaha keluar mobil.

    “Karena saya takut, mobil akan semakin dalam masuk ke dalam rawa dan nantinya pintu akan susah di buka, saya mencoba membuka pintu dan keluar dari dalam mobil serta menelpon pihak kepolisian,” katanya.

    “Padalah mobil ini baru saja di cat, tapi itulah naas bisa datang kapan saja. Tapi sebentar lagi kawan saya akan datang untuk menarik mobil ini dari dalam rawa, dan membawanya kembali ke bengkel,” ujarnya sambil tersenyum.

    Dengan adanya kajadian masuknya Mobil Daihatsu Feroza BK 1811 DN yang dikemudikan Sihite ke dalam rawa di pinggir jalan semat menjadi tontonan warga sekitar dan pengguna jalan yang melintas, dan sempat membuat arus lalulintas macet. Lantas Polsek Pinang sori yang berada di lokasi kejadian langsung mengatur arus lalulintas.

Kategori: Berita Tapteng

Zulpadli Menjabat Kapolsek Pinangsori Tapteng

9 Desember 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Kapolres Tapteng AKBP Drs Reynhard SP Silitonga SH saat menyematkan tanda jabatan kepada Kapolsek Pinangsori yang baru Iptu Zulpadli

Kapolres Tapteng AKBP Drs Reynhard SP Silitonga SH saat menyematkan tanda jabatan kepada Kapolsek Pinangsori yang baru Iptu Zulpadli

Jabatan Kapolsek Pinangsori Diserah Terimakan

Kapolres Mengimbau Masyarakat Menjauhi Perbuatan Melanggar Hukum

AFWAN-TAPTENG

    Jabatan Kapolsek Pinang Sori diserah terimahkan dari pejabat  lama AKP Ahmad Fauzi kepada pejabat baru Iptu Zulfadli SH, di halaman apel Mapolsek Pinang Sori, Selasa (2/12). Dimana AKP Ahmad Fauzi selaku pejabat lama kapolsek Pinangsori, mendapat tugas baru sebagai sebagai Kapolsek Pancur Batu di Medan, sedangkan pejabat baru Iptu Zulfadli SH, sebelumnya bertugas sebagai Kaur Bin Ops Sat Lantas Polres Tapanuli Tengah. 

    Upacara didahului dengan pelepasan dan penyematan tanda jabatan dari pejabat lama kepada pejabat baru oleh Kapolres Tapanuli Tengah AKBP Drs Reynhard SP Silitonga SH dan dilanjutkan penanda tanganan naskah memori serah terimah jabatan oleh pejabat lama dan pejabat baru yang disaksikan oleh Kapolres Tapanuli Tengah.

    Kapolres Tapanuli Tengah AKBP Drs Reynhard SP Silitonga SH dalam amanatnya mengatakan, serah terimah jabatan dalam organisasi khusus Polri adalah suatu hal wajar dan biasa serta akan selalu terjadi, dimana alih tugas juga dimaksud untuk pembinaan karier personil demi untuk tercapainya peningkatan dalam suatu organisasi itu sendiri.

    Serah terimah jabatan ini, lanjutnya, dilaksanakan di lingkungan mapolsek berkaitan dengan sumpah dan janji jabatan yang dilaksanakan oleh Kapolsek. Bahwa Polisi sekarang, merupakan Polisi yang reformasi dan telah banyak berubah.

    “Polisi sekarang tidak ada lagi melaksanakan pemerasan, tidak ada lagi yang melaksanakan penyalahgunaan jabatan. Sebagai Kapolsek dan seterusnya seperti yang disampaikan dan disumpah oleh Kapolres yang disaksikan oleh masyarakat dan juga tokoh agama yang berada diwilayah Pinanng Sori ini,” katanya.

    Sebagai kontrol, selaku Polri masyarakat sekalian sekalian dapat mengontrol kepolisian, kalau ada yang kurang atau yang salah harus dikontrol, baik melalui telephon atau vis SMS. “Misalnya dengan cara menelephon saya, itu sudah sampai kemana–mana termasuk keseluruh wilayah Tapanuli Tengah, jadi setiap perilaku Polri yang tidak baik itu sms ke saya saja,” ujar Kapolres.

    Pada kesempatan itu, Kapolres mengimbau kepada bapak–bapak masyarakat Pinangsori, jika ada hal-hal yang tidak baik, maka Kapolsek  yang baru di sms dan beritahu, sehingga dapat saling menjaga dan berpikir positip, sehingga kekurangan–kekurangan akan diperbaiki. 

    “Jadi tidak ada lagi seperti dimasa masa lalu, dimana ada yang ditahan dan dikeluarkan dengan diminta uang, namun sekarang tidak ada lagi yang seperti itu. Polisi yang sekarang kalau memang dibantu silakan dibantu, itulah perubahan reformasi Polri yang sudah disampaikan Bapak Kapolda Kami Pak Nanan,“ tegas Kapolres.

    Kepada pejabat Kapolsek lama AKP Ahmad Fauzi, Kapolres mengucapkan selamat dan terima kasi atas promosi jabatan menjadi Kapolsek Pancur Batu di Kota Medan, disanapun banyak dinamika, banyak tantangan oleh karena itu bawalah pengalaman selama bertugas disini sehingga kebaikan-kebaikan selama bertugas Pinangsori akan terlihat di Polsek Pancur Batu.

    Demekian juga kepada Ny Fauzi, Kapolres mengucapkan banyak terima kasih yang mana telah mendampingi suami selama bertugas menjadi Kapolsek, serta pembinaan Bhayangkarinya karena Bhayangkari juga sangat mendukung untuk kegiatan–kegiatan Polri.

    Kepada Iptu Zulfadli Kapolsek Pinang Sori yang baru selamat mendapat  promosi yang sebentar lagi akan menjadi AKP dengan itu maka akan tambah beratlah tanggung jawab itu, oleh karena itu tunjukanlah sebagai perwira yang baik, sehingga dapat dipromosikan menjadi Kapolsek Pinang Sori.

    Dalam akhir amanatnya Kapolres menghimbau kepada masyarakat agar menjauhi perbuatan yang melanggar hukum diantaranya permainan judi. Kapolres juga melalui tokoh agama, masyarakat, tokoh pemuda meminta agar masyarakat jangan melakukan pemainan judi.    

    Hadir pada upacara Sertijab tersebut, Unsur Muspika Kecamatan Pinangsori, Kecamatan Badiri, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda dan Kabag para Kasat, Kapolsek serta ibu–ibu Bhayangkari. Usaii acara Sertijab dilanjutkan dengan serah terima jabatan Ketua Ranting Pinangsori dari Ny Ahmad Fauzi kepada Ny Zulfadli.

Kategori: Berita Tapteng

Lakalantas Di Sarudik Mobil Pickup Vs Soghun 125

9 Desember 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Mobil Pickup yang ringsek karena tabrakan dengan Soghun 125 di jalinsum Sibolga-Pandan Km 4 Sarudik Tapteng

Mobil Pickup yang ringsek karena tabrakan dengan Soghun 125 di jalinsum Sibolga-Pandan Km 4 Sarudik Tapteng

Lakalantas Di Sarudik Mobil Pickup Vs Soghun 125

AFWAN-TAPTENG

    Kembali terjadi kecelakaan lalulintas di Jalinsum Sibolga-Pandan Km 4 kelurahan Sarudik kecamatan Sarudik Kabupaten Tapteng Sabtu (6/12). Kali ini Mobil Pickup BK 8612 DG laga kambing dengan sepedamotor soghun 125 BM 6038 CI, akibat tabrakan tersebut, pengemudi sepedamotor mengalami luka robek di muka dan kepala.

    Menurut informasi yang dihimpun METRO di lokasi kejadian mengatakan, sebelum kejadian mobil Pickup BK 8612 DG yang dikemudikan Rahman (49) warga lingkuang Mela Pasir Desa Mela kecamatan Tapian Nauli kabupaten Tapteng dengan temannya Feri (26) warga jalan Diponegoro kota Sibolga, sedang parkir di jalur kanan Jalinsum Sibolga-Pandan karena sedang bongkar barang di salah satu kedai.

    Setelah selesai bongkar barang, mobil Pickup yang hendak mengambil jalur kiri ke arah Pandan dengan posisi serong tidak melihat kondisi Jalinsum yang cukup ramai. Kemudian datang dari arah Pandan ke arah Sibolga, sepedamotor soghun 125 BM 6038 CI yang dikemudikan Golprit Taufik Manalu (19) warga jalan Sejahtera lorong V kelurahan pasir Bidang kecamatan Sarudik kabupaten Tapteng dengan dua orang temannya dengan kecapatan cukup tinggi, sehingga tabrakan tak terelakan.

    Akibat tabrakan tersebut Golprit selaku pengemudi sepedamotor Soghun 125 mengalami luka robek di sekujur muka. Dimana saat tabrakan pengemudi Soghun bersama kedua tumpangannnya terpental ke kaca depan mobil Pickup, sehingga kaca mobil pecah dan mengenai mukanya.

    Tidak lama kemudian, Polisi lalulintas dari Polres Tapteng tiba di lokasi kejadian dan korban dibawa ke RSU FL Tobing Sibolga untuk mendapatkan perawatan intensif. Sementara itu, dua tumpangan pengemudi sepedamotor melarikan diri, sehingga indentitas kedua tidak ditemukan dan luka apa yang diderita mereka.

    Adapaun luka yang di alami Golprit Manalu selaku pengemudi sepedamotor, yakni mengalami luka robek di bawah dagu sebelah kanan, luka robek pipi kanan, luka robek di pelipis kanan dan dahi serta luka robek di bagian kepala belakang. Meskipun korban dirawat intensif di RSU FL Tobing Sibolga, namun korban masih dalam kedaan sadar.

    Kapolres Tapteng AKBP Drs Reynhard SP Silitonga SH yang dikonfirmasi METRO melalui Kasat Lantas Polres Tapteng didampingi Kanit laka Aiptu Taya di ruang kerjanya Sabtu (6/12), membebarkan, adanya kecelakaan lalulintas (lakalantas) di Km 4 Sarudik kabupaten Tapteng, akibat tabrakan satu orang pengemudi mengalami luka di sekujur muka.

    “Dari olah TKP sementara di lokasi kejadian, mobil Pickup yang hendak mengambil jalur kiri setelah parkir di jalur kanan, tidak mendahulukan septor yang berjalan di jalurnya yakni jalur kiri, sehingga tabrakan tidak terelakan,” katanya.

    Dikatakannya, pengemudi mobil pickup akan dikenakan pasal 360 ayat (1) dan (2) tentang kelalaian yang menyebabkan orang lain luka-luka. Dimana seharusnya saat mobil pick hendak memotong jalan, harus memprioritaskan septor yang berjalan di jalurnya.

    “Untuk penyelidikan lebih lanjut, kedua kendaraan yang ringsek akibat tabrakan diamankan di Pos Lantas Polres Tapteng jalan FL Tobing Sibolga,” tambahnya.

Kategori: Berita Tapteng

Pembangunan Dua Unit Kelas di MIN Sibuluan Dikerjakan Asal Jadi

23 November 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Orang Tua Murid Menunjukan Keretakan Bangunan

Orang Tua Murid Menunjukan Keretakan Bangunan

Pembangunan Dua Unit Kelas di MIN Sibuluan Dikerjakan Asal Jadi

Dinas Pendidikan Tapteng Diminta Untuk Meninjau Langsung

AFWAN-TAPTENG

    Pembangunan dua unit kelas di sekolah Madrasah Ibtidiah Negeri (MIN) Sibuluan senilai Rp117.134.900 berasal dari APBD Pemkab Tapteng dari Pos Dinas Pendidikan Tapteng, yang berada di kelurahan Sibuluan Nalambok kabupaten Tapteng diduga dikerjakan asal jadi. Pasalnya, pembangunan dua unit kelas di sekolah MIN yang hampir rampung dikerjakan kondisinya sangat memprihatinkan.

    Ketua Komite Sekolah MIN Sibuluan, L sihombing dan salah seorang orang tua murid A Zega kepada METRO di tempat lokasi pembangunan dua unit kelas di sekolah MIN Minggu (16/11) mengatakan, sangat prihatin dengan kondisi bangunan yang hampir rampung sudah terdapat retak-retak di sejumlah dinding bangunan.

    “Saya selaku komite sekolah sekaligus orang tua murid sangat prihatin dengan kondisi bangunan dua unit kelas ini, dimana bangunan kelas yang hampir rampung ini sudah banyak terdapat keretakan di sejumlah dinding, sehingga sejumlah orang tua murid menjadi ketakutan terjadi apa-apa terhadap anak-anak mereka yang nantinya akan menempati kelas tersebut,” kata L Sihombing.

    Menurutnya, keretakan yang terjadi di sejumlah dinding dua unit kelas yang hampir rampung dikerjakan, karena tidak adanya dibangun tapak gajah yang dapat menahan bangunan kelas tersebut.

    “Terbukti dari amatan kami, tampak jelas tidak ada satupun tapak gajah yang dibuat rekanan yang mengerjakan, sehingga pondasi yang ada tidak dapat menahan berat bangunan yang berakibat kurang kokohnya bangunan, ditambah lagi tanah tempat bangunan yang dibangun berjenis tanah gambut yang banyak mengandung air,” jelasnya.

    L Sihombing selaku ketua komite sekolah MIN sangat mengharapkan kepada Dinas Pendidikan Tapteng untuk turun langsung ke lapangan untuk mencek kebenaran perkataan mereka, sebelum dua unit bangunan sekolah tersebut, diserah terimakan kepada komite sekolah.

    A Zega selaku orang tua murid juga mengharapkan hal yang sama, dan dikatakannya, setelah mengetahui kondisi dua unit bangunan kelas yang hampir rampung dikerjakan sangat memperihatinkan dengan banyaknya terdapat keretakan di dinding  bangunan sudah pernah mendatangi kantor Dinas Pendidikan Tapteng untuk langsung memberitahukan.

    “Setelah melihat kondisi bangunan yang sangat memperihatinkan, saya sudah langsung mendatangi kantor Dinas Pendidikan Tapteng untuk memberitahukan hal ini, namun saat ini dari pihak Dinas Pendidikan Tapteng belum ada yang datang untuk meninjau,” katanya.

    Lebih lanjut dikatakannya, saat bangunan mulai dikerjakan, para orang tua murid sudah menegor pihak rekanan yang mengerjakan bangunan dua unit kelas tersebut, karena dua bulan sebelum lokasi tanah dibangun, para orang tua murid baru melakukan penimbunan pada lokasi bangunan dari swadaya para orang tua murid.

    “Karena jenis tanah di lokasi dibangunnya kelas tersebut, merupakan tanah gambut dan baru kami timbun, waktu itu kami selaku orang tua murid meminta kepada pihak yang mengerjakan untuk memancang pondasi sebelum dilakukan pembangunan dua unit kelas. Namun, pihak rekanan  tidak mengindahkan anjuran kami dan langsung melaksanakan pembangunan yang hasilnya sangat memperihatinkan,” ujarnya.

      

       

Kategori: Berita Tapteng

Seorang Pelajar Dicabuli Pria kesepian di Hotel

16 November 2008 · & Komentar

14-11-08-foto-pelaku-pemerkosaan-gadis-pelajar-afwan-file-info

Seorang Pelajar Dicabuli Pria kesepian di Hotel

Dicabuli sebanyak Dua Kali dan Hand Phone Diambil

AFWAN-TAPTENG

    Seorang laki-laki duda bernama Martinus Buaya (27) warga jalan Mahoni kelurahan kecamatan Sibolga Sambas kota Sibolga diamankan di Mapolres Tapteng Kamis (13/11) sore sekira pukul 18.00WIB, setelah diadukan oleh seorang gadis bernama Novita Sari boru Harefa (15) yang masih duduk kelas tiga setingkat SMP karena telah dicabuli tersangka di Hotel Wisma GM Panggabean yang beralamat di jalan Sibolga-Padangsidempuan Desa Pandan  kecamatan Pandan kabupaten Tapteng.

    Menurut informasi yang dihimpun di pelabuhan Samudera Sibolga mengatakan, awalnya korban dan neneknya hendak berangkat dari Gunungsitoli-Nias menuju kota Medan melalui kota Sibolga untuk melihat saudara mereka yang meninggal dunia di kota Medan.

    Sesampainya di kota Sibolga Kamis (13/11) pagi sekira pukul 06.00WIB, korban dan neneknya langsung didatangi tersangka Martinus Buaya yang merupakan kernet mobil pickup pembawa barang di pelabuhan Samudera Sibolga. Selanjutnya, nenek korban di berangkatkan ke kota Medan, namun korban di bawa tersangka ke rumahnya yang berada di jalan Mahoni kota Sibolga untuk mandi dang anti pekaian sebelum berangkat ke kota Medan.

    Dengan berbekal iming-iming akan memberikan ongkos kepada korban untuk menyusul neneknya yang sudah berangkat duluan ke kota Medan untuk melihat saudara mereka yang meninggal dunia, akhirnya korban menurut saja kemauan tersangka. Kemudian korban diajak tersangka ke Hotel Wisma GM Panggabean di Jalan Sibolga-Padangsidempuan Pandan.

    Di salah satu kamar hotel inilah, tersangka melampiaskan nafsu bejatnya dari Kamis (13/11) pagi sekira pukul 11.00WIB sampai pukul 14.00WIB. Setelah itu, korban kembali dibawa ke kota Sibolga, namun sesampainya di dekat pelabuhan Samudera Sibolga korban di tinggalkan tersangka begitu saja.

    Korban yang sadara ditinggalkan tersangka dan merasa kehilangan Hand Phone miliknya mencoba melaporkan kejadian tersebut, ke Pos Polisi yang berada di pintu gerbang keluar pelabuhan Samudera Sibolga. Saat melapor, korban mengaku telah kehilangan Hand Phone dan dicabuli seorang laki yang tidak dikenalnya.

    Namun, saat itu ada seorang warga mengaku melihat korban dengan tersangka di pelabuhan Sibolga pada paginya. Selanjutnya, aparat kepolisian memanggil tersangka yang sedang bekerja menjadi kernet di pelabuhan. Awalnya tersangka tidak mengaku telah mengambil Hand Phone dan kegadisan korban, tetapi akhirnya diakui.

    Kemudian, tersangka dan korban di bawa ke Mapolresta Sibolga, namun setelah diinterogasi ternyata lokasi tindak pidana pencabulan yang dilakukan tersangka berada di wilayah hukum Polres Tapteng, sehingga akhirnya tersangka dan korban diserahkan ke Polres Tapteng.

    Di Polres Tapteng tersangka mengaku telah mencabuli korban sebanyak dua kali berturut di salah satu kamar hotel Wisma GM Panggabean di Pandan. Pertama dilakukan pada pukul 11.00WIB dan kedua kalinya pada pukul 13.00WIB ditempat yang sama.

    Kapolres Tapteng AKBP Drs Reynhard SP Silitonga SH yang dikonfirmasi membenarkan adanya penangkapan seorang laki-laku bernama Martinus Buaya (27) yang telah melakukan pencabulan terhadap seorang gadis yang masih duduk di bangku kelas tiga SMP.

    “Perbuatannya yang melakukan pencabulan terhadap seorang anak yang masih dibawah umur, tersangka akan di jerat Pasal 82 UU RI no 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara” ujarnya.

Dicabuli sebanyak dua kali

    Sementara itu, tersangka Martinus Buaya saat dijumpai di sel Mapolres Tapteng Jumat (14/11) mengaku telah melakukan pencabulan terhadap gadis yang masih duduk dibangku kelas tiga tersebut, namun tersangka membantah melakukannya dengan paksaan.

    “Kami melakukannya di hotel WGMP tersebut, atas dasar suka sama suka, tidak ada saya memaksanya untuk melayaniku, terbukti sebelum kami berangkat ke hotel dia (korban), terlebih dahulu mandi dang anti pakaian di rumahku,” aku, pria beranak dua yang baru menduda dua bulan ini dengan polosnya.

    Dikatakannya, perbuatan cabul tersebut, dilakukannya bersama korban sampai dua kali berturut di tempat yang sama yakni di kamar Hotel Wisma GM Panggabean di jalan Sibolga-Padangsidempuan Pandan.

    “Pertama kami lakukan pada pukul 11.00WIB, dan setelah istirahat sebentar lalu kami melakukannya kemali sekira pukul 13.00WIB,” ujarnya.

    Ketika ditanya mengapa Hond Phone milik korban berada di tangannya? Tersangka menjawab bahwa korban sendirilah yang memberikan HP tersebut, kepadanya.

Kategori: Berita Tapteng

Gubsu Satukan Tuani dan Sahat

31 Oktober 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Gubsu Satukan Tuani dan Sahat

Kedatangan Datuk  Sri Lelawangsa Hidayatullah Sejukan Sibolga dan Tapteng

TAPTENG – Kedua kepala daerah yang diisukan renggang dengan alasan yang tidak pasti selama 8 tahun sejak kepemimpinan Wali Kota Sibolga dan Bupati Tapanuli Tengah Tengah (Tapteng) Drs Tuani Lumbantobing MSi dan Drs Sahat P Panggabean MM. Dengan kedatangan Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) H H Syamsul Arifin SE ke wilayah kedua daerah bertetangga ini, membuat keduanya tampak akrab dan harmonis serta berangkulan bahkan bernyanyi bersama.

    Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) H Syamsul Arifin yang digelar Datuk Sri Lelawangsa Hidayatullah mengaku sangat berbahagia, melihat dua kepala daerah Tapanuli Tengah (Tapteng) dan kota Sibolga yang dipandang selama ini renggang oleh perbuatan provokator dapat dipertemukan dan dipersatukannya dengan keharmonisan dalam acara temu ramah PNS, tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh Pemuda Tapteng dan kota Sibolga, Rabu (29/10) di Gedung Olah Raga (GOR) Serba Guna di Pandan.

    Mantan Bupati Langkat yang saat itu cukup low profile sebenarnya awalnya tidak mempercayai isu provokator yang menyebut kedua kepala daerah tersebut, tidak harmonis. Dimana dirinya cukup mengenal persis sosok kedua kepala daerah yang sama–sama sekolah di Institut Ilmu Pemerintahan (IIP) tersebut. Bahkan dikatakan Gubsu, ketika sekolah dulu, bisa saja kedua sosok tersebut, saling mempergunakan dan bertukar peralatan.

    “Tetapi, untuk memastikannya, saya memerintahkan Assisten Tata Praja/pemerintahan untuk memprogramkan kunjungan ke kedua wilayah ini untuk menghapus Judas (si-sirik),” katanya, yang disambut tepuk riuh para SKPD kedua kepala daerah tersebut.

    Syamsul menyampaikan pernyataan seperti tersebut, setelah kedua kepala daerah dapat dipersatukannya dan saling rangkul. Bahkan keduanya mentertawai Syamsul bernyayi dihadapan hadirin dengan penuh suka cita dan kebahagian.   

    Masih dalam acara temu ramah tersebut, Syamsul meminta kepada seluruh komponen masyarakat untuk mendukung  kepemimpinan kedua kepala daerah tersebut, demi menghilangkan provokator atau si Judas yang tidak ingin kota Sibolga dan kabupaten Tapteng bersatu dan harmonis.

    “Namun, jika kedua kepala daerah ini kembali berseberangan seperti yang diiusukan, kepada tokoh agama dan tokoh adat untuk dapat menegurnya, sebab jika pemimpinya sudah berkelahi, lalu bagaimana lagi dengan orang di kanan kirinya,“ ujar Syamsul.

    Turut hadir dalam acara tersebut, rombongan SKPD Propsu diantaranya Assisten I tata praja/pemerintahan, Assisten III Pembinaan hukum dan Sosial, Kakanwil Depagsu, Kepala Inspektorat, Kepala Bappedasu, Kadis Pendapatan, Kadis Pendidikan, Kadis Kesehatan, Kadis Pertanian, Kepala BKD, Kaban Infokom, Kadis Perikanan dan Kelautan, Kadis Perhubungan, Kadis Jalan Dan Jembatan Propsu, Wakil Bupati Tapteng MA Effendi Pohan, Wakil Wali Kota Afifi Lubis, Danrem 023 KS Kol (inf) S Widodo, Muspida plus kedua daerah Sibolga/Tapteng, para Kepala SKPD Kedua Daerah Sibolga/Tapteng, para PNS kedua daerah, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda serta undangan lainnya.

    Acara temu ramah, didahului dengan sambutan dan paparan Bupati Tapteng Tuani Lumbantobing yang memaparkan kondisi geografis dan topografi Tapteng. Dikatakan, wilayah Tapteng adalah daerah pesisir yang diapit laut dan pegunungan. Dengan kondisi tersebut, dsapat menjadikan wilayah ini menjadi daerah tertinggal.

    “Maka, semenjak saya menjabat sebagai Bupati, tidak ada cara lain untuk mencari solusinya, akhirnya muncullah program Tapanuli Growth. Maka untuk itu, perlu diketahui, bahwa saya tidak pernah mengeluarkan suatu statemen apapun yang berseberangan dengan Wali Kota Sibolga, namun entah mengapa ada saja orang yang mengisukan bahwa kami tidak harmonis,” kata Tuani, sembari menambahkan bahwa dirinya hanya terfokus bagaimana untuk mengeluarkan Tapteng dari ketertinggalan.

    Lebih lanjut dikatakannya, adanya kekompakan diantara Kepala Daerah (KDh) di kawasan pantai barat, jangan diterjemahkan dengan kesepakatan pembentukan propinsi,  namun jika ada dari masyarakat yang menyampaikan aspirasinya untuk membuat suatu “Propinsi” aspirasinya harus ditampung, sebab merupakan pengayom masyarakat.

    “Perlu dijelaskan, bahwa tidak ada hubungan antara propinsi Tapanuli dengan program Tapanuli Growth, karena program ini sudah dibuat tahun 2001, sedangkan Protap baru diprakarsai tahun 2004,“ tegasnya.

    Sementara itu Wali Kota Sibolga Drs Sahat P Panggabean MM mempertegas kembali, bahwa hubungan antara Tapteng dan kota Sibolga memang benar tidak dapat dipisahkan. Dan hal ini merupakan fakta dan kenyataan, dimana antara kedua daerah ini harus tetap berhubungan dengan baik, sebagai contoh banyak masyarakat Tapteng yang mencari hidup di Sibolga, begitu juga sebaliknya dengan masyarakat kota Sibolga mencari hidup di Tapteng.

    “Mari kita bersatu untuk membangun kedua daerah ini, dan jika ada provokator yang ingin merusak hubungan ini, mulai sekarang, jangan diberi tempat di kedua daerah ini. Dengan kunjungan Gubsu pada hari ini akan memusnahkan provokator yang ingin merusak hubungan kedua daerah ini,” ujarnya.

    Dikatakannya, semasa kecil mereka (Sahat dan Tuani) satu kampung, mereka sering bersama satu jalan mencari kayu baker. “Namun, saat ini setelah menjadi KDH mengapa tidak dapat bersatu, why not,” katanya.

    Sahat yakin, mulai hari ini, akan terjadi hubungan yang baik antara kedua daerah terutama dalam rencana pembangunan kedepan. “Semoga pertemuan ini akan memberi yang terbaik bagi keharmonisan hubungan kedua daerah ini,” tandasnya.

 

Kategori: Berita Tapteng